Selasa, 08 Mei 2012

Jenis-jenis Keputusan


Ada beberapa jenis-jenis keputusan yang sering dilakukan oleh seorang Wirausaha.
Jenis-jenis keputusan tersebut adalah sebagai berikut :
1. Keputusan Untuk Menyelesaikan Masalah (Problem Solving  Decision)
    Pengambilan keputusan ini bertujuan untuk menyelesaikan masalah yang terjadi
    Contohnya : Ketika terjadi tagihan konsumen yang tidak terbayarkan, keputusan harus
                       segera diambil untuk menyelesaikan masalah tersebut.
2. Keputusan Berdasarkan Intuisi (Intuitive Decision)
    Keputusan ini diambil berdasarkan perasaan atau intuisi seseorang, biasanya dipengarui
    oleh pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki.
3. Keputusan Untuk Mengatasi Konflik (Conflict Decision)
    Keputusan ini diambil dengan tujaun agar konflik yang timbul tidak berujung pada
    pertikaian dan tidak menimbulkan dampak negatif bagi usaha tim Anda.
4. Keputusan Yang Diambil Berdasarkan Alasan Yang Strategis (Strategic Decision)
    Keputusan ini diambil dengan tujuan agar suatu usaha bisa menyelesaikan dan
    mengatasi konflik yang timbul kapanpun.
5. Keputusan Kreatif (Creative Decision)
    Apabila suatu masalah sering terjadi baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam
    kegiatan bisnis, perlu diambil sebuah keputusan yang bersifat tuntas, kreatif dan inovatif
    sehingga permasalahan tersebut tidak terjadi lagi.
6. Tidak Ada Keputusan Atau Keputusan Diam (Silent Decision)
    Dengan tidak mengambil langkah atau tindakan dan justru memilig diam sebenarnya
    Anda sudah mengambil keputusan dan jenis keputusan ini disebut keputusan diam.
    Biasanya keputusan ini di ambil karna dilatarbelakangi oleh :
    a. Menunggu apa yang akan terjadi.
    b. Melihat reaksinya.
    c. Tidak mau mengikuti arus atau emosi yang muncul.
    d. Membiarkan itu terjadi.

Sementara itu, George R. Terry menyebutkan 5 dasar  (basis) dalam pengambilan keputusan, yaitu: (1) intuisi;  (2) pengalaman; (3) fakta; (4) wewenang;  dan (5) rasional.
1. Intuisi.
Pengambilan keputusan berdasarkan intuisi adalah pengambilan keputusan  yang berdasarkan perasaan yang sifatnya subyektif.  Dalam pengambilan keputusan berdasarkan intusi ini, meski waktu yang digunakan untuk mengambil keputusan relatif pendek, tetapi keputusan yang dihasilkan seringkali relatif  kurang baik karena seringkali mengabaikan dasar-dasar pertimbangan lainnya.
2. Pengalaman.
Pengambilan keputusan berdasarkan pengalaman memiliki manfaat bagi pengetahuan praktis, karena dengan pengalaman yang dimiliki seseorang, maka dapat memperkirakan keadaan sesuatu, dapat memperhitungkan untung-ruginya dan baik-buruknya keputusan yang akan dihasilkan.
3. Wewenang.
Pengambilan keputusan berdasarkan wewenang biasanya dilakukan oleh pimpinan terhadap bawahannya, atau oleh orang yang lebih tinggi kedudukannya kepada orang yang lebih rendah kedudukannya. Hasil keputusannya dapat bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama dan memiliki otentisitas (otentik),  tetapi  dapat menimbulkan sifat rutinitas, mengasosiasikan dengan praktek diktatorial dan sering melewati permasalahan yang seharusnya dipecahkan sehingga dapat menimbulkan kekaburan
4. Fakta.
Pengambilan keputusan berdasarkan data dan fakta empiris dapat memberikan keputusan yang sehat, solid dan baik. Dengan fakta, tingkat kepercayaan terhadap pengambil keputusan dapat lebih tinggi, sehingga orang dapat menerima keputusan yang dibuat itu dengan rela dan lapang dada.
5. Rasional.
Pada pengambilan keputusan yang berdasarkan rasio, keputusan yang dihasilkan bersifat objektif, logis, lebih transparan dan konsisten untuk memaksimumkan hasil atau nilai dalam batas kendala tertentu, sehingga dapat dikatakan mendekati kebenaran atau sesuai dengan apa yang diinginkan. Pengambilan keputusan secara rasional ini berlaku sepenuhnya dalam keadaan yang ideal. Pada pengambilan keputusan secara rasional terdapat beberapa hal sebagai berikut:
  • Kejelasan masalah: tidak ada keraguan dan kekaburan masalah.
  • Orientasi tujuan: kesatuan pengertian tujuan yang ingin dicapai.
  • Pengetahuan alternatif: seluruh alternatif diketahui jenisnya dan konsekuensinya.
  • Preferensi yang jelas: alternatif bisa diurutkan sesuai kriteria.
  • Hasil maksimal: pemilihan alternatif terbaik berdasarkan atas hasil ekonomis yang maksimal. 
  • (Fitri Setia Hendriyani/11113859/11.2C.14)
Sumber : wistizebua.blogspot.com/2011/05/jenis-jenis-keputusan.html

Tidak ada komentar: