Sabtu, 05 Mei 2012

BAGAIMANA CARA MENINGKATKAN KREATIVITAS


Dalam situasi pasar yang kompetitif, inovasi mendapat kedudukan yang terhormat. Agar dapat bertahan dan menang, perusahaan mengandalkan inovasi, yang dapat berupa inovasi produk, inovasi layanan, inovasi sistem, dan berbagai inovasi lainnya. Terkadang inovasi memang membutuhkan teknologi yang tinggi, dan dibutuhkan orang yang pintar agar dapat menelurkan produk-produk inovatif.

            Lingkungan bisnis TI, telekomunikasi, otomotif, dan sejenisnya memang membutuhkan kepintaran ekstra untuk melakukan inovasi. Tetapi sering pula inovasi bercerita tentang hal-hal yang sangat sederhana.  Banyak inovasi yang sebenarnya bukan menjadikan tambah canggih, tetapi menjadi makin sederhana. Karena tujuan inovasi adalah membuat hidup lebih mudah.
Masih banyak yang berpikir bahwa kreativitas bukanlah hal yang terlalu penting bagi mereka. Mereka mengasosiasikan kreativitas yang tinggi hanya diperlukan untuk bagian-bagian tertentu organisasi, sementara bagian-bagian lainnya tidak memerlukannya. Misalnya, orang-orang yang bekerja di bagian pemasaran, penjualan, desain, atau pengembangan produk sajalah yang memerlukan kreativitas yang tinggi. Bagian-bagian yang lain, seperti akuntansi atau administrasi tidak memerlukan kreativitas yang tinggi.

            Kreativitas yang tinggi menjadikan posisi tawar menawar meningkat, yang amat mendukung lancarnya karier. Tetapi ingat, kreativitas bukanlah sesuatu yang netral, dan harus diletakkan dalam konteks tertentu. Kreatif dalam konteks pekerjaan berarti melakukan sesuatu yang baru untuk memberi nilai tambah bagi perusahaan. Ini dapat berarti pendekatan baru terhadap misalnya efisiensi produksi, mengelola dinamika karyawan, dan pelayanan kepada pelanggan. Karena tidak jarang pula ada kreativitas yang tidak memberi nilai tambah bagi pelanggan.

            Mitos yang menyatakan bahwa kreativitas hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu, adalah keliru. Sebaliknya kreativitas dapat ditumbuhkembangkan pada setiap orang melalui proses yang sifatnya bertahap. Sebuah penelitian menunjukkan, pemimpin yang memberikan stimulasi intelektual dan mendorong bawahannya untuk berpikir lebih terbuka dapat meningkatkan kreativitas bawahannya. Kreativitas juga dapat ditumbuhkan melalui pelaksanaan tugas yang dilakukan bersama-sama dengan orang lain. Kerjasama dengan orang lain dalam sebuah tim, terutama yang memiliki latar belakang yang beragam, dapat mendorong kreativitas.

            Kreativitas berarti keberanian untuk mengambil risiko, karena mencoba hal-hal baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya dan hasilnya belum pasti. Tentu lebih aman jika memakai metode lama yang hasilnya sudah teruji. Ini berarti harus lebih berani melakukan kekeliruan secara berlebihan. Tentu saja harus mempertimbangkan segala risiko dan konsekuensi dengan cermat terlebih dahulu.

            Agar kreativitas meningkat, kita harus rajin mempelajari hal-hal baru. Ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti membaca, berdiskusi, atau bergabung dengan milis atau asosiasi profesi. Tidak jarang solusi untuk memecahkan suatu masalah terinspirasi dari hal-hal yang baru dipelajari tersebut. Tidak ada salahnya pula jika seorang karyawan bergabung dengan bagian lain yang berbeda dengan latar belakang yang dimilikinya. (Della Mellia/11103791/11.4A.14)

(Sumber: artikel Dr. AB Susanto, Managing Partner The Jakarta Consulting Group)

Tidak ada komentar: