Kamis, 26 April 2012

Tipe-tipe Tujuan dalam Organisasi

Secara garis besar organisasi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu organisasi formal dan organisasi informal. Pembagian tersebut tergantung pada tingkat atau derajat mereka terstruktur. Namun dalam kenyataannya tidak ada sebuah organisasi formal maupun informal yang sempurna.
  •   Organisasi  Formal /  Resmi . 
                  Organisasi formal/ Resmi adaah organisasi yang dibentuk oleh sekumpulan orang/masyarakat yang  memiliki suatu struktur yang terumuskan dengan baik, yang menerangkan hubungan-hubungan otoritasnya, kekuasaan, akuntabilitas dan tanggung jawabnya, serta memilki kekuatan hukum. Struktur yang ada juga menerangkan bagaimana bentuk saluran-saluran melalui apa komunikasi berlangsung. Kemudian menunjukkan tugas-tugas terspesifikasi bagi masing-masing anggotanya. Hierarki sasaran organisasi formal dinyatakan secara eksplisit. Status, prestise, imbalan, pangkat dan jabatan, serta prasarat lainya terurutkan dengan baik dan terkendali. Selain itu organisasi formal tahan lama dan mereka terencana dan mengingat bahwa ditekankan mereka beraturan, maka mereka relatif bersifat tidak fleksibel. Contoh organisasi formal √°dalah perusahaan besar, badan-badan pemerintah, dan universitas-universitas (J Winardi, 2003:9).
  • Organisasi informal.
                Keanggotaan pada organisasi-organisasi informal dapat dicapai baik secara sadar maupun tidak sadar, dan kerap kali sulit untuk menentukan waktu eksak seseorang menjadi anggota organisasi tersebut. Sifat eksak hubungan antar anggota dan bahkan tujuan organisasi yang bersangkutan tidak terspesifikasi. Contoh organisasi informal adalah pertemuan tidak resmi seperti makan malam bersama. Organisasi informal dapat dialihkan menjadi organisasi formal apabila hubungan didalamnya dan kegiatan yang dilakukan terstruktur dan terumuskan.
Selain itu, organisasi juga dibedakan menjadi organisasi primer dan organisasi sekunder menurut Hicks:
Organisasi Primer. 
Organisasi semacam ini menuntut keterlibatan secara lengkap, pribadi dan emosional anggotanya. Mereka berlandaskan ekspektasi rimbal balik dan bukan pada kewajiban yang dirumuskan dengan eksak. Contoh dari organisasi semacam ini adalah keluarga-keluarga tertentu.
 Organisasi Sekunder.
 organisasi sekunder memuat hubungan yang bersifat intelektual, rasional, dan kontraktual.  
 Organisasi seperti ini tidak bertujuan memberikan kepuasan batiniyah, tapi mereka memiliki   
 anggota  karena dapat menyediakan alat-alat berupa gaji ataupun imbalan kepada anggotanya. 
 Sebagai contoh organisasi ini adalah kontrak kerjasama antara majikan dengan calon karyawannya 
 dimana harus saling setuju mengenai seberapa besar pembayaran gajinya.
                Mungkin setiap pengusaha ataupun perusahan mempunyai organisasi. Organisasi ini sendiri sangat penting bagi pemilik perusahaan yang di antara lain meliputi:
1.      Organisasi Berdasarkan Tujuannya
·         Profit Oriented Organization
Tujuan organisasi jenis ini adalah untuk mencari keuntungan sebanyak-banyaknya. Manfaat yang di dapat dari suatu perusahaan yang menganut jenis organisasi ini hanya untuk faktor internal. Artinya, hanya orang-orang yang bekerja sama dengan perusahaan tersebut yang akan memperoleh manfaatnya.
·         Non Profit Oriented Organization (Organisasi Sosial)
Tujuan organisasi jenis ini tidak untuk mencari keuntungan. Tujuan utama dari organisasi jenis ini adalah untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. dalam hal ini, masyarakatlah yang memperoleh manfaatnya. Organisasi sosial terbentuk dari norma-norma yang dianggap penting dalam hidup bermasyarakat. Terbentuknya organisasi sosial berawal dari individu yang saling membutuhkan, kemudian timbul aturan-aturan.
                                                      
   Organisasi Berdasarkan Tipe atau Bentuknya
  • Organisasi Lini (Line Organization)
Diciptakan oleh Henry Fayol, Organisasi lini adalah suatu bentuk organisasi yang menghubungkan langsung secara vertical antara atasan dengan bawahan, sejak dari pimpinan tertinggi sampai dengan jabatan-jabatan yang terendah, antara eselon satu dengan eselon yang lain masing-masing dihubungkan dengan garis wewenang atau komando. Organisasi ini sering disebut dengan organisasi militer. Organisasi Lini hanya tepat dipakai dalam organisasi kecil. Contohnya; Perbengkelan, Kedai Nasi, Warteg, Rukun tetangga.
  • Organisasi Lini dan Staff (Line and Staff Organization)
     Merupakan kombinasi dari organisasi lini, asaz komando dipertahankan tetapi dalam           kelancaran tugas pemimpin dibantu oleh para staff, dimana staff berperan memberi 

             masukan , bantuan    pikiran saran-saran, data informasi yang dibutuhkan.
  • Organisasi di Fungsional  (Functional Organization)
            Diciptakan oleh Frederick W.Taylor, Organisasi ini disusun berdasarkan sifat dan macam    
            pekerjaan yang harus dilakukan, masalah pembagian kerja merupakan masalah yang menjadi 
            perhatian yang sungguh-sungguh.
  • Organisasi Lini dan Fungsional (Line and Function Organization)
           Suatu bentuk organisasi dimana wewenang dari pimpinan tertinggi dilimpahkan kepada                      perkepala unit dibawahnya dalam bidang pekerjaan tertentu dan selanjutnya pimpinan 
          tertinggi tadi masih melimpahkan wewenang kepada pejabat fungsional yang melaksanakan     
           bidang pekerjaan operasional dan hasil tugasnya diserahkan kepada kepala unit terdahulu   
           tanpa memandang eleson atau tingkatan .
           (Leni Oktaviani/12117453/12.2E.14)      

Tidak ada komentar: