Senin, 13 Januari 2014

Sistem Informasi Strategis

Sistem Informasi (SI) adalah kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi dan manajemen.Dalam arti yang sangat luas, istilah sistem informasi yang sering digunakan merujuk kepada interaksi antara orang, proses algoritmik, data, dan teknologi. Dalam pengertian ini, istilah ini digunakan untuk merujuk tidak hanya pada penggunaan organisasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK), tetapi juga untuk cara di mana orang berinteraksi dengan teknologi ini dalam mendukung proses bisnis.
Sistem Teknologi Informasi sudah ada sejak tahun 1960 dan telah berkembang hingga sekarang. STI pada tahun 1960 disebut era operasional, lalu berkembang ke era informasi di tahun 1970, setelah tahun 1980 STI telah berkembang kearah jejaring, dan berkembang lagi sampai ke era jejaring global dari tahun 1990 hingga sekarang. Perkembangan tersebut menyebabkan perubahan peran STI yaitu dari peran efisiensi, efektivitas, sampai ke peran stratejik, peran stratejik STI di masa sekarang cenderung digunakan untuk memenangkan persaingan.
Strategi adalah pendekatan secara keseluruhan yang berkaitan dengan pelaksanaan gagasan, perencanaan, dan eksekusi sebuah aktivitas dalam kurun waktu tertentu. Sedangkan Sistem Informasi Strategis (SIS) adalah dukungan terhadap sistem yang ada dan membantu dalam mencapai keunggulan kompetitif atas pesaing organisasi dalam hal adalah tujuan.Sistem Informasi dapat mempengaruhi aktivitas bisnis perusahaan secara keseluruhan sehingga dapat membantu perusahaan dalam persaingan bisnis dengan perusahaan lainnya.
Berikut ini definisi-definisi Sisitem Informasi Stratejik dari beberapa ahli mulai tahun 1980an sampai tahun 1990an :
*      Bakos dan Treacy (1986) mendefinisikan SIS sebagai sistem-sistem informasi yang menghasilkan efisiensi internal dan efisiensi komparatif.
*      Remenyi (1988) mendefinisikan SIS sebagai suatu system yang membantu suatu perusahaan meningkatkan kinerja jangka panjangnya engan secara langsung meningkatkan kontribusu pertambahan nilainya ke rantai nilai industry.
*      Wiseman (1988) mendefinisikan SIS sebagai suatu penggunaan teknologi innformasi untuk mendukung atau menerapkan strategi kompetisi dari perusahaan.
 Dari beberapa definisi ini dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan SIS mempunyai cirri-ciri sebagai berikut :
1.      Suatu system informasi atau system informasi apapun di level manapun
2.      Untuk mendukung atau mengimplementasikan strategi kompetisi dari perusahaan.
3.      Member keuntungan kompetisi bagi perusahaan.
4.      Melalui efisiensi internal dan efisiensi komparatif.
5.      Dengan topangan yang terus menerus dan unik.
Dengan adanya aplikasi teknologi informasi perusahaan dapat meningkatkan kinerja operasional dan manajemen. Teknologi seperti otomatisasi kantor, otomatisasi pabrik, sistem pemrosesan transaksi dan sistem manajemen database berpengaruh pada kualitas organisasi.
Ada dua macam pengaruh penerapan Sistem Informasi Strategis, yaitu :
Ø  Pengaruh bersaing
Pengaruh bersaing adalah pengaruh yang secara langsung berdampak pada kemampuan pesaing.(dapat menciptakan aliansi dengan pelanggan)
Ø  Pengaruh Industri
Pengaruh Industri adalah pengaruh yang secara permanen mempengaruhi sifat bisnis pada industri tertentu.

Adapun dalam penerapan Sistem informasi dikatakan strategis jika tujuannya memenuhi kriteria berikut ini :
1.      Mencapai posisi kepemimpinan biaya yang rendah
2.      Menyediakan diferensiasi produk/jasa dan nilai bagi konsumen yang lebih besar
3.      Menciptakan aliansi antara perusahaan dan pemasok dan pelanggannya, sehingga mengurangi biaya untuk pemasok dan menyediakan dukungan khusus bagi pelanggannya.
4.      Mempertinggi nilai suatu produk / jasa dengan menyediakan tampilan atau dukungan yang inovatif
5.       Memungkinkan pertumbuhan pada pasar yang ada secara geografis atau ekspansi volume
6.      Membantu mengenalkan suatu produk ke pasar
(Ayu Siti Hardianti/12127631/12.3f.14)

Tidak ada komentar: