Rabu, 18 Februari 2015

Apakah Wirausaha harus sama dengan Berdagang?

Pertanyaan ini muncul ketika kami melakukan presentasi kepada calon orang tua siswa SDIT Wirausaha Indonesia. Apakah anak-anak kami akan diajari cara berdagang? Bukankah mereka masih amat kecil untuk diajarkan cara menjadi pedagang? Pertanyaan ini wajar, mengingat pandangan umum masyarakat kita mengenai wirausaha adalah sama dengan berdagang.

Tidak salah, tapi juga tidak seluruhnya benar pandangan tersebut. 

WIRAUSAHA = BERANI BERKREASI. Wirausaha itu, bukan semata berdagang. Berdagang merupakan sebuah aktifitas yang bisa didasari dari ilmu praktis. Siapa saja bisa berdagang asal mau. Tapi tentu tidak semua orang bisa, perlu dan harus menjadi pedagang. Akan tapi, semua orang apabila ingin eksis harus kreatif, apapun profesinya, baik dia sebagai pedagang, pegawai kantoran dan lain-lain.

Sedangkan hakikat dari wirausaha adalah visualisasi dari kreatifitas dan inovasi. Kreatifitas tidak serta merta tumbuh dalam diri manusia. Kreatifitas harus ditumbuhkembangkan sejak dini. Proses menumbuh kembangkan kreatifitas harus didukung oleh lingkungan (sekolah dan keluarga).

Seringkali lingkungan menganggap minor atas kreatifitas yang dimiliki oleh anak. Karena mereka menilai dengan ukuran orang dewasa, sehingga apa kreasi yang dihasilkan oleh anak-anak seperti tidak berguna dan perlu diabaikan. Padahal, bagi anak-anak hasil kreasi yang telah dicapainya merupakan hasil dari proses kerja kerasnya.

Nah, di sekolah ini kami berikhtiar membangun jiwa peserta didik untuk mandiri, kreatif dan inovatif. Setiap bentuk kreatifitas apapun akan didorong dan dihargai, agar daya kreasi siswa semakin terasah, tumbuh dan berkembang. Akan jadi apa pun kelak ketika sudah dewasa. Walloohu a'lam.

Tidak ada komentar: