Sabtu, 07 Januari 2012

Ciri Wirausaha Sukses

Wirausahawan yang unggul yang mampu menciptakan kreativi tas dan inovasi sebagai dasar untuk hidup, tumbuh dan berkembang umumnya memiliki karakteristik atau ciri-ciri yang merupakan proses jangka panjang berdasarkan pengalaman dan pendidikan. Beberapa karakteristik yang melekat pada diri wirausahawan sebagai berikut:


1. Desire for responsibility
Wirausaha yang unggul merasa bertanggungjawab secara pribadi atas hasil usaha yang dia lakukan. Mereka lebih dapat mengendalikan sumberdaya sumberdaya yang dimiliki dan menggunakan sumberdaya tersebut untuk mencapai cita-cita. Wirausaha yang berhasil dalam jangka panjang haruslah memiliki rasa tanggung jawab atas usaha yang dilakukan. Kemampuan untuk menanggung risiko usaha se perti: risiko keuangan, risiko teknik adakalanya muncul, sehingga wirausaha harus mampu meminimalkan risiko.
2. Tolerance for ambiguity
Ketika kegiatan usaha dilakukan, mau-tidak mau harus berhubung an dengan orang lain, baik dengan karyawan, pelanggan, pe masok bahan, pemasok barang, penyalur, masyarakat, maupun aturan legal formal. Wirausaha harus mampu menjaga dan mem pertahankan hubungan baik dengan stakeholder. Keberagaman bagi wirausaha adalah sesuatu hat yang biasa. Kemampuan un tuk menerima keberagaman merupakan .suatu ciri khas wirausaha guna menjaga kelangsungan hidup bisnis atau perusahaan dalam jangka panjang.
3. Vision
Wirausaha yang berhasil selalu memiliki cita-cita, tujuan yang jelas kedepan yang harus dicapai secara terukur. Visi merupakan filosofi, cita-cita dan motivasi mengapa perusahaan hidup, dan wi rausaha akan menterjemahkan ke dalam tujuan, kebijakan, ang garan, dan prosedur kerja yang jelas. Wirausaha yang tidak jelas visi kedepan ibarat orang yang berjalan tanpa arah yang jelas, se­hingga kecenderungan untuk gagal sangat tinggi.
4. Tolerance for failurer
Usaha yang berhasil membutuhkan kerja keras, pengorbanan balk waktu biaya dan tenaga. Wirausaha yang terbiasa dengan kreativitas dan inovasi kadangkala atau bahkan sering mengalami ketidakberhasilan. Proses yang cukup panjang dalam mencapai kesuksesan tersebut akan meningkatkan kepribadian toleransi terhadap kegagalan usaha.
5. Internal locus of control
Didalam diri manusia ada kemampuan untuk mengendalikan diri yang dipengaruhi oleh internal diri sendiri. Wirausaha yang ung gul adalah yang memiliki kemampuan untuk mengendalikan diri dari dalam dirinya sendiri. Kerasnya tekanan kehidupan, persaingan binis, perubahan yang begitu cepat dalam dunia bisnis akan meningkatkan tekanan ke jiwaan balk mental, maupun moral dalam kehidupan kesehari an. Wirausaha yang mampu mengendalikan dirinya sendiri akan mampu bertahan dalam dunia bisnis yang makin komplek.
6. Continuous Improvement
Wirausaha yang berhasil selalu bersikap positif, mengangap peng alaman sebagai sesuatu yang berharga dan melakukan perbaikan terus-menerus. Pengusaha selalu mencarihal-hal baru yang akan memberikan manfaat balk dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Wirausaha memiliki tenaga, keinginan untuk terlibat dalam petualangan inovatif yang akan membawa konsekuensi menguntungkan dimasa depan.
(Ronal Yohanes/12.1E.24/12118920)

Memulai Usaha Baru

Berwirausaha…hampir setiap orang pernah memimpikanya.tapi hanya sedikit orang yang berani mewujudkanya. Sebetulnya mudah untuk mendirikan usaha,yang diperlukan hanya anda perlu bermimpi.mimpi yang besar terhadap suatu usaha,kemudian wujudkanlah.karena dari mimpi maka akan mendapatkan spirit untuk mewujudkanya.
Setelah menentukan usaha yang akan dibuat,ada beberapa hal yang harus dilakaukan:
  1. Tentukan gagasan bisnis yang akan dikembangkan. Sebaiknya sesuaikan usaha yang akan dibuka dengan kemampuan, minat atau bakat yang kita miliki, namun tanpa meninggalkan faktor peluang pasar yang ada pada masyarakat. Banyaknya pengusaha sukses, karena mereka memilih bidang usaha yang mereka sukai.Selain itu dapat juga memulai usaha baru yang belum pernah ada di pasaran sehingga terkesan unik dan menarik, atau membuka usaha yang telah banyak dipasaran namun memiliki peluang pasar yang masih besar.
  2. Buatlah visi dan misi usaha. Sebuah usaha harus memiliki visi serta misi yang jelas, sehingga tujuan dan langkah usaha tersebut dapat terkonsep dengan baik agar dapat menunjang pengembangan usaha yang dibangun. Sekecil apapun usaha yang dimiliki, namun adanya tujuan usaha mempengaruhi kinerja serta hasil usaha yang akan diperoleh.
  3. Action. Sebaik apapun ide bisnis yang kita miliki, tidak akan pernah menjadi usaha yang sukses jika kita tidak segera bertindak. Mulailah usaha yang Anda rencanakan dengan penuh keyakinan dan ketekunan, jangan pernah takut pada kegagalan.
  4. Belajar. Amati pengusaha yang telah sukses dengan bidang yang sama dengan kita, amatilah manajemen atau pengelolaanya.setelah itu,buatlah perbedaan produk agar produk yang kita hasilkan terkesan unik.
  5. Hadapi, hayati serta nikmati hambatan atau kegagalan. Membangun sebuah usaha hingga sukses tidaklah mudah, adanya hambatan serta resiko kegagalan hampir selalu membayangi setiap usaha. Hadapilah setiap hambatan yang ada.jangan pernah takut,karena jika yakin akan memperoleh keberhasilan.maka kita akan mendapatkanya. Karena setiap hambatan atau kegagalan adalah pelajaran agar bisa mengembangkan usaha yang dimilki dan penentu terhadap keberhasilan dimasa yang akan dating.
Kunci kesuksesan memulai sebuah bisnis adalah berani menjadikan mimpi kita menjadi ide bisnis yang nyata. Jangan pernah takut gagal dalam memulai bisnis, karena setiap kegagalan akan memberikan pelajaran berharga bagi langkah bisnis Anda. Salam sukses untuk enterprener muda.
(Firman oktafianto/12.1e.24/12115586)

Selasa, 03 Januari 2012

10 Kerusakan dalam Perayaan Tahun Baru

Manusia di berbagai negeri sangat antusias menyambut perhelatan yang hanya setahun sekali ini. Hingga walaupun sampai lembur pun, mereka dengan rela dan sabar menunggu pergantian tahun. Namun bagaimanakah pandangan Islam -agama yang hanif- mengenai perayaan tersebut? Apakah mengikuti dan merayakannya diperbolehkan? Simak dalam bahasan singkat berikut.

Sejarah Tahun Baru Masehi
Tahun Baru pertama kali dirayakan pada tanggal 1 Januari 45 SM (sebelum masehi). Tidak lama setelah Julius Caesar dinobatkan sebagai kaisar Roma, ia memutuskan untuk mengganti penanggalan tradisional Romawi yang telah diciptakan sejak abad ketujuh SM. Dalam mendesain kalender baru ini, Julius Caesar dibantu oleh Sosigenes, seorang ahli astronomi dari Iskandariyah, yang menyarankan agar penanggalan baru itu dibuat dengan mengikuti revolusi matahari, sebagaimana yang dilakukan orang-orang Mesir. Satu tahun dalam penanggalan baru itu dihitung sebanyak 365 seperempat hari dan Caesar menambahkan 67 hari pada tahun 45 SM sehingga tahun 46 SM dimulai pada 1 Januari. Caesar juga memerintahkan agar setiap empat tahun, satu hari ditambahkan kepada bulan Februari, yang secara teoritis bisa menghindari penyimpangan dalam kalender baru ini. Tidak lama sebelum Caesar terbunuh di tahun 44 SM, dia mengubah nama bulan Quintilis dengan namanya, yaitu Julius atau Juli. Kemudian, nama bulan Sextilis diganti dengan nama pengganti Julius Caesar, Kaisar Augustus, menjadi bulan Agustus.[1]
Dari sini kita dapat menyaksikan bahwa perayaan tahun baru dimulai dari orang-orang kafir dan sama sekali bukan dari Islam. Perayaan tahun baru terjadi pada pergantian tahun kalender Gregorian yang sejak dulu telah dirayakan oleh orang-orang kafir.
Secara lebih rinci, berikut adalah beberapa kerusakan yang terjadi seputar perayaan tahun baru masehi.
Kerusakan Pertama: Merayakan Tahun Baru Berarti Merayakan ‘Ied (Perayaan) yang Haram
Perlu diketahui bahwa perayaan (‘ied) kaum muslimin hanya ada dua yaitu ‘Idul Fithri dan ‘Idul Adha. Anas bin Malik mengatakan, “Orang-orang Jahiliyah dahulu memiliki dua hari (hari Nairuz dan Mihrojan) di setiap tahun yang mereka senang-senang ketika itu. Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba di Madinah, beliau mengatakan, “Dulu kalian memiliki dua hari untuk senang-senang di dalamnya. Sekarang Allah telah menggantikan bagi kalian dua hari yang lebih baik yaitu hari Idul Fithri dan Idul Adha”.”[2]
Syaikh Sholeh Al Fauzan hafizhohullah menjelaskan bahwa perayaan tahun baru itu termasuk merayakan ‘ied (hari raya) yang tidak disyariatkan karena hari raya kaum muslimin hanya ada dua yaitu Idul Fithri dan Idul Adha. Menentukan suatu hari menjadi perayaan (‘ied) adalah bagian dari syari’at (sehingga butuh dalil).[3]
Kerusakan Kedua: Merayakan Tahun Baru Berarti Tasyabbuh (Meniru-niru) Orang Kafir
Merayakan tahun baru termasuk meniru-niru orang kafir. Dan sejak dulu Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah mewanti-wanti bahwa umat ini memang akan mengikuti jejak orang Persia, Romawi, Yahudi dan Nashrani. Kaum muslimin mengikuti mereka baik dalam berpakaian atau pun berhari raya.
Dari Abu Sa’id Al Khudri, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang dhob (yang penuh lika-liku, pen), pasti kalian pun akan mengikutinya.” Kami (para sahabat) berkata, “Wahai Rasulullah, Apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashrani?” Beliau menjawab, “Lantas siapa lagi?”[4]
Lihatlah apa yang dikatakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Apa yang beliau katakan benar-benar nyata saat ini. Berbagai model pakaian orang barat diikuti oleh kaum muslimin, sampai pun yang setengah telanjang. Begitu pula berbagai perayaan pun diikuti, termasuk pula perayaan tahun baru ini.
Ingatlah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam secara tegas telah melarang kita meniru-niru orang kafir (tasyabbuh). Beliau bersabda, ”Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka”[5] [6]
Kerusakan Ketiga: Merekayasa Amalan yang Tanpa Tuntunan di Malam Tahun Baru
Kita sudah ketahui bahwa perayaan tahun baru ini berasal dari orang kafir dan merupakan tradisi mereka. Namun sayangnya di antara orang-orang jahil ada yang mensyari’atkan amalan-amalan tertentu pada malam pergantian tahun.
Daripada waktu kaum muslimin sia-sia, mending malam tahun baru kita isi dengan dzikir berjama’ah di masjid. Itu tentu lebih manfaat daripada menunggu pergantian tahun tanpa ada manfaatnya”, demikian ungkapan sebagian orang. Ini sungguh aneh. Pensyariatan semacam ini berarti melakukan suatu amalan yang tanpa tuntunan. Perayaan tahun baru sendiri adalah bukan perayaan atau ritual kaum muslimin, lantas kenapa harus disyari’atkan amalan tertentu ketika itu? Apalagi menunggu pergantian tahun pun akan mengakibatkan meninggalkan berbagai kewajiban sebagaimana nanti akan kami utarakan.
Jika ada yang mengatakan, “Daripada menunggu tahun baru diisi dengan hal yang tidak bermanfaat (bermain petasan dan lainnya), mending diisi dengan dzikir. Yang penting kan niat kita baik.” Maka cukup kami sanggah niat baik semacam ini dengan perkataan Ibnu Mas’ud ketika dia melihat orang-orang yang berdzikir, namun tidak sesuai tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Orang yang melakukan dzikir yang tidak ada tuntunannya ini mengatakan pada Ibnu Mas’ud, ”Demi Allah, wahai Abu ‘Abdurrahman (Ibnu Mas’ud), kami tidaklah menginginkan selain kebaikan.” Ibnu Mas’ud lantas berkata,  “Betapa banyak orang yang menginginkan kebaikan, namun mereka tidak mendapatkannya.”[7]
Jadi dalam melakukan suatu amalan, niat baik semata tidaklah cukup. Kita harus juga mengikuti contoh dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, baru amalan tersebut bisa diterima di sisi Allah.
Kerusakan Keempat: Mengucapkan Selamat Tahun Baru yang Jelas Bukan Ajaran Islam
Komisi Fatwa Saudi Arabia, Al Lajnah Ad Daimah ditanya, “Apakah boleh mengucapkan selamat tahun baru Masehi pada non muslim, atau selamat tahun baru Hijriyah atau selamat Maulid Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam? ” Al Lajnah Ad Daimah menjawab, “Tidak boleh mengucapkan selamat pada perayaan semacam itu karena perayaan tersebut adalah perayaan yang tidak masyru’ (tidak disyari’atkan dalam Islam).”[8]
Kerusakan Kelima: Meninggalkan Shalat Lima Waktu
Betapa banyak kita saksikan, karena begadang semalam suntuk untuk menunggu detik-detik pergantian tahun, bahkan begadang seperti ini diteruskan lagi hingga jam 1, jam 2 malam atau bahkan hingga pagi hari, kebanyakan orang yang begadang seperti ini luput dari shalat Shubuh yang kita sudah sepakat tentang wajibnya. Di antara mereka ada yang tidak mengerjakan shalat Shubuh sama sekali karena sudah kelelahan di pagi hari. Akhirnya, mereka tidur hingga pertengahan siang dan berlalulah kewajiban tadi tanpa ditunaikan sama sekali. Na’udzu billahi min dzalik. Ketahuilah bahwa meninggalkan satu saja dari shalat lima waktu bukanlah perkara sepele. Bahkan meningalkannya para ulama sepakat bahwa itu termasuk dosa besar.[9] Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mengancam dengan kekafiran bagi orang yang sengaja meninggalkan shalat lima waktu. Buraidah bin Al Hushoib Al Aslamiy berkata, ”Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Perjanjian antara kami dan mereka (orang kafir) adalah shalat. Barangsiapa meninggalkannya maka dia telah kafir.”[10] Oleh karenanya, seorang muslim tidak sepantasnya merayakan tahun baru sehingga membuat dirinya terjerumus dalam dosa besar.
Kerusakan Keenam: Begadang Tanpa Ada Hajat
Begadang tanpa ada kepentingan yang syar’i dibenci oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Termasuk di sini adalah menunggu detik-detik pergantian tahun yang tidak ada manfaatnya sama sekali. Diriwayatkan dari Abi Barzah, beliau berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat ‘Isya dan ngobrol-ngobrol setelahnya.”[11]
Ibnu Baththol menjelaskan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak suka begadang setelah shalat ‘Isya karena beliau sangat ingin melaksanakan shalat malam dan khawatir jika sampai luput dari shalat shubuh berjama’ah. ‘Umar bin Al Khottob sampai-sampai pernah memukul orang yang begadang setelah shalat Isya, beliau mengatakan, “Apakah kalian sekarang begadang di awal malam, nanti di akhir malam tertidur lelap?!”[12] Apalagi dengan begadang ini sampai melalaikan dari sesuatu yang lebih wajib (yaitu shalat Shubuh)?!
Kerusakan Ketujuh: Terjerumus dalam Zina
Jika kita lihat pada tingkah laku muda-mudi saat ini, perayaan tahun baru pada mereka tidaklah lepas dari ikhtilath (campur baur antara pria dan wanita) dan berkholwat (berdua-duan), bahkan mungkin lebih parah dari itu yaitu sampai terjerumus dalam zina dengan kemaluan. Inilah yang sering terjadi di malam tersebut dengan menerjang berbagai larangan Allah dalam bergaul dengan lawan  jenis. Inilah yang terjadi di malam pergantian tahun dan ini riil terjadi di kalangan muda-mudi.
Kerusakan Kedelapan: Mengganggu Kaum Muslimin
Merayakan tahun baru banyak diramaikan dengan suara mercon, petasan, terompet atau suara bising lainnya. Ketahuilah ini semua adalah suatu kemungkaran karena mengganggu muslim lainnya, bahkan sangat mengganggu orang-orang yang butuh istirahat seperti orang yang lagi sakit. Padahal mengganggu muslim lainnya adalah terlarang sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Seorang muslim adalah seseorang yang lisan dan tangannya tidak mengganggu orang lain.”[13]
Ibnu Baththol mengatakan, “Yang dimaksud dengan hadits ini adalah dorongan agar seorang muslim tidak menyakiti kaum muslimin lainnya dengan lisan, tangan dan seluruh bentuk menyakiti lainnya. Al Hasan Al Bashri mengatakan, “Orang yang baik adalah orang yang tidak menyakiti walaupun itu hanya menyakiti seekor semut”.”[14] Perhatikanlah perkataan yang sangat bagus dari Al Hasan Al Basri. Seekor semut yang kecil saja dilarang disakiti, lantas bagaimana dengan manusia yang punya akal dan perasaan disakiti dengan suara bising atau mungkin lebih dari itu?!
Kerusakan Kesembilan: Melakukan Pemborosan yang Meniru Perbuatan Setan
Perayaan malam tahun baru adalah pemborosan besar-besaran hanya dalam waktu satu malam. Jika kita perkirakan setiap orang menghabiskan uang pada malam tahun baru sebesar Rp.1000 untuk membeli mercon dan segala hal yang memeriahkan perayaan tersebut, lalu yang merayakan tahun baru sekitar 10 juta penduduk Indonesia, maka hitunglah berapa jumlah uang yang dihambur-hamburkan dalam waktu semalam? Itu baru perkiraan setiap orang menghabiskan Rp. 1000, bagaimana jika lebih dari itu?!  Padahal Allah Ta’ala telah berfirman (yang artinya),  “Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” (QS. Al Isro’: 26-27). 
Kerusakan Kesepuluh: Menyia-nyiakan Waktu yang Begitu Berharga
Merayakan tahun baru termasuk membuang-buang waktu. Padahal waktu sangatlah kita butuhkan untuk hal yang manfaat dan bukan untuk hal yang sia-sia. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberi nasehat mengenai tanda kebaikan Islam seseorang, “Di antara tanda kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat baginya.”[15] Semoga kita merenungkan perkataan Ibnul Qoyyim, “(Ketahuilah bahwa) menyia-nyiakan waktu lebih jelek dari kematian. Menyia-nyiakan waktu akan memutuskanmu (membuatmu lalai) dari Allah dan negeri akhirat. Sedangkan kematian hanyalah memutuskanmu dari dunia dan penghuninya.”[16]
Seharusnya seseorang bersyukur kepada Allah dengan nikmat waktu yang telah Dia berikan. Mensyukuri nikmat waktu bukanlah dengan merayakan tahun baru. Namun mensyukuri nikmat waktu adalah dengan melakukan ketaatan dan ibadah kepada Allah, bukan dengan menerjang larangan Allah. Itulah hakekat syukur yang sebenarnya. Orang-orang yang menyia-nyiakan nikmat waktu seperti inilah yang Allah cela. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan?” (QS. Fathir: 37). Qotadah mengatakan, “Beramallah karena umur yang panjang itu akan sebagai dalil yang bisa menjatuhkanmu. Marilah kita berlindung kepada Allah dari menyia-nyiakan umur yang panjang untuk hal yang sia-sia.”[17] Wallahu walliyut taufiq. [Muhammad Abduh Tuasikal]

Selasa, 27 Desember 2011

Siklus Hidup Sistem

Siklus hidup sistem (system life cycle – SLC) adalah proses evolusioner yang diikuti dalam menerapkan sistem atau subsistem informasi berbasis komputer. SLC sering disebut dengan pendekatan air terjun (waterfall approach) bagi pengembangan dan penggunaan sistem. Dilakukan dengan strategi Top-Down Design.
Tahap tahap siklus hidup
     
      Empat tahap pertama adalah perencanaan,analisa,rancangan dan penerapan.Tahap tahap ini secara bersama sama dinamakan siklus hidup pengembangan sistem(systemdevelopment life cycle-SDLC).
Tahap kelima adalah tahap penggunaannya,yang berlangsung sampai sudah waktunya untuk merancang sistem itu kembali.proses merancang kembali mengakibatkan siklus itu akan diulang lagi.

PENGELOLAAN SIKLUS HIDUP 
- Saat sistem memiliki nilai strategis atau mempengaruhi seluruh organisasi, direktur utama atau eksekutif mungkin memutuskan untuk mengawasi proyek pengembangannya. 
- Ketika lingkup sistem menyempit dan fokusnya lebih operasional, kepemimpinan akan dipegang oleh eksekutif tingkat yang lebih rendah seperti wakil direktur utama, direktur bagian administrasi dan CIO. 
- Komite yang memberikan petunjuk, pengarahan dan pengendalian yang berkesinambungan disebut komite pengarah. 
- Komite pengarah yang mengarahkan penggunaan sumber daya komputer perusahaan dinamakan komite pengarah SIM      
Komite Pengarah SIM, melaksanakan 3 fungsi utama yaitu: menetapkan kebijakan, menjadi pengendali keuangan dan menyelesaikan pertentangan. (Parane S./12105070/12.3A.24)        

Minggu, 25 Desember 2011

Langkah Awal Membangun Bisnis

Geliat dunia entrepreneurship di negeri ini sangat membanggakan. Banyaknya pebisnis baru yang bermunculan, saya yakin bisa semakin memakmurkan negeri tercinta ini. Bagi Anda yang saat ini belum terjun ke dunia bisnis Anda sendiri, dan punya keinginan kuat untuk memulai usaha mandiri sebagai seorang entrepreneur sejati, tapi masih bingung bagaimana cara memulainya, maka diperlukan sebuah perubahan mindset pegawai menjadi mindset entrepreneur. Saya mencoba menuliskan hal-hal yang Anda perlukan untuk mulai membentuk mindset entrepreneur di dalam diri Anda, sehingga Anda nantinya bisa benar-benar terjun menjadi seorang entrepreneur sejati…dengan sepenuh hati…yang tidak pernah mati.

Langkah awal, tentu saja Anda harus punya Perencanaan Bisnis. Ini memang kelihatannya klise, tapi ingatlah, TIDAK ADA SUKSES TANPA PERENCANAAN. Setiap kesuksesan, pasti sudah ada perencanaan sebelumnya. Jangan percaya omongan yang mengatakan bahwa sukses bisa diraih tanpa rencana, atau jalani hidup apa adanya seperti air mengalir…meskipun yang bicara itu adalah orang yang sudah dikenal sangat sukses sekalipun. Jangan Percaya! Logikanya, ALLAH saja sangat merencanakan kehidupan manusia di bumi ini sampai di akhirat nanti, Lha kita ini kalau hidup tanpa punya perencanaan sama sekali, itu namanya kebangetan.
Jadi. jika Anda ingin menjadi entrepreneur, sebaiknya dan seharusnya Anda menuliskan  RENCANA BISNIS Anda, yang berisi outline tujuan dan sasaran bisnis, serta rencana tindakan bagaimana Anda meraih tujuan dan sasaran bisnis Anda itu. Selanjutnya coba lakukan beberapa hal di bawah ini:
*Tulislah Garis Besar Konsep Bisnis Anda.
*Tentukan Visi dan Misi Bisnis Anda.
*Tentukan produk atau jasa bisnis Anda, yang akan ditawarkan, misalnya: menjual eceran/grosir, menjadi konsultan, menjadi produsen, atau kombinasi dari semua bentuk bisnis yang disebutkan tadi.
*Tentukan, apakah Anda akan mengembangkan sendiri bisnis Anda atau membeli bisnis yang sudah ada.
*Tentukan pasar umum yang akan diraih, ini berkaitan dengan rencana pemasaran bisnis Anda.
*Perkirakan biaya pembukaan bisnis Anda.
*Kenali sumber daya manusia dan sumber pendanaan yang Anda miliki.
*Kenali kekurangan Anda dan susun rencana untuk memperbaiki dan mengatasinya.
*Putuskan, apa yang Anda inginkan dari bisnis ini, di saat sekarang maupun di masa depan.
(Usria Pitri/12116557/12.1E.24)

Sabtu, 24 Desember 2011

REFLEKSI AKHIR TAHUN

Tahun 2011 telah berlalu. Apakah gerangan yang sudah aku perbuat dan amalkan...
Tahun 2012 menyongsong. Gerangan apakah yang bisa aku lakukan...
SEMOGA TAHUN DEPAN LEBIH BAIK DARI TAHUN KEMARIN. AMIIN.



Menghadapi Persaingan Usaha

Usaha dalam perkembangan tahun 2011 ini sangat ketat, dan perlu memikirkan suatu strategi agar usaha yang sedang jalankan tetap stabil. persaingan usaha secara sehat merupakan ritme yang profesional.
Dalam menghadapi persaingan usaha saat ini harus bisa menjalankan strategi usaha, agar tetap stabil dan tidak mengurangi pendapatan. Dalam topik ini saya ambil 4 strategi, berikut adalah Strateginya :

1. Update dalam harga pasar
Fungsinya adalah agar anda mengetahui harga penjualan yang pantas dan sesuai dengan standar harga saat ini dan tidak melonjak naik / turun (Stabil), karna banyak Costumer yang menginginkan harga yang stabil.

2. Memberikan pelayanan terbaik terhadap Costumer
Fungsi dalam point ini adalah agar Costumer selalu nyaman dan puas dalam penjualan yang anda
lakukan. alhasil penjualan akan semakin stabil dan bisa meningkat. perlu di ingat, dalam 
penjualan  sekarang ini mengenai pelayanan kurang di prioritaskan lebih cenderung output dan 
laba. karna tanpa disadari memberikan pelayanan yang terbaik terhadap costumer merupakan cara 
terbaik dalam menstabilkan penjualan terhadap custumer.

3. Melakukan Promosi
Fungsi dalam Promosi ini adalah agar Costumer selalu mengingat produk yang anda jual dan bentuk kualitasnya. karna banyak sekali produk pasaran sekarang yang melakukan promosi tetapi tidak memikirkan kualitas produknya, embel-embel hanya harga murah dan kualitas di nomor duakan. Fungsi lain dalam melakukan promosi itu adalah menambahnya Costumer baru yang belum mengenal produk yang anda jual.

4. Harga Murah
Mungkin dalam point ini anda akan memikirkan mengenai keuntungan yang kecil dan lama untuk berkembang. perlu anda ingat dalam point ini saya ingin menjelaskan bahwa yang anda pikirkan itu tidak mutlak benar. Banyak perusahaan lain dalam menjual tiap Item produknya murah tetapi kualitas tidak di imbangi. tetapi trik yang saya berikan ini sudah include dengan kualitas tetap sama trik yang saya berikan adalah sebagai berikut :
produk A dengan modal Rp.10.000,-/item dengan penjualan mengambil keuntungan 15% sehingga penjualannya adalah Rp.11.500,-/item sehingga keuntungan per-itemnya adalah Rp. 1.500,-. dalam satu hari penjualan mendapatkan 100 transaksi sehingga keuntungannya Rp.150.000,-/hari dan dikalikan dalam 1 bulan (30hari) mendapatkan keuntungan Rp.4.500.000,-.(BENJAMIN/12114155/12.1E)

Keterbatasan bukan Alasan untuk Tidak Berwirausaha

Hampir setiap orang selalu mengeluhkan masalah modal dana ketika mereka hendak memulai sebuah usaha. Padahal, dalam berbisnis tidak hanya modal uang saja yang dibutuhkan para pelaku usaha. Masih ada modal non-materi seperti misalnya skill (keahlian), kreativitas, networking, motivasi, serta tekad dan keberanian yang kuat untuk bisa mengantarkan diri mereka masuk ke dalam dunia usaha.
Terapkan sistem pembayaran di muka
Dengan memanfaatkan modal kreativitas yang Anda miliki, coba terapkan “sistem pembayaran di muka” pada saat menjalankan sebuah usaha. Melalui strategi tersebut, Anda bisa mendapatkan modal dari uang muka yang telah dibayarkan para konsumen, dan selanjutnya dimanfaatkan untuk memenuhi biaya operasional selama memproduksi barang maupun jasa yang dibutuhkan para pelanggan. 
Join dengan rekanan bisnis Anda
Ketika modal usaha yang Anda miliki sangatlah minim, tidak ada salahnya bila Anda mengajak beberapa rekan bisnis Anda untuk bekerjasama dalam membangun sebuah usaha. Anda bisa mengajak mereka untuk patungan mengumpulkan modal usaha dan menggarap usaha tersebut secara bersama-sama.
Menggunakan sistem bagi hasil
Selain menjalin kerjasama dengan rekan bisnis yang dimiliki, Anda juga bisa menggaet investor maupun para produsen untuk mendapatkan subsidi modal dengan sistem bagi hasil yang telah disepakati. Untuk para investor, biasanya mereka lebih tertarik untuk menanamkan modalnya di bisnis Anda dan menunggu pembagian hasil dari laba perusahaan setiap bulannya. Sedangkan untuk para produsen, biasanya mereka memberikan peluang bagi Anda untuk menjadi reseller mereka dan memberikan diskon khusus bagi transaksi penjualan yang berhasil Anda dapatkan.
Mencoba bisnis jasa
Salah satu peluang bisnis jasa yang tidak membutuhkan modal besar yaitu menjadi seorang konsultan maupun makelar. Kedua profesi ini sama-sama memberikan pelayanan jasa bagi para konsumennya tanpa membutuhkan modal usaha yang cukup besar. Sebab, ketika menjadi seorang konsultan maupun makelar, modal utama Anda hanyalah pengalaman, keahlian bernegosiasi dan kemampuan untuk meyakinkan orang lain. (Mulyono Tri Budi/12099815/12.5A.14)

Persaingan Usaha

Dalam setiap usaha tidak lepas dari persaingan apalagi bisnis yang kita jalankan sukses,tentu akan banyak pesaing pesaing baru akan mengikuti kesuksesan usaha kita. Strategi yang bisa kita lakukan menghadapi persaingan usaha adalah dengan permainan harga. Masalahnya   jika kita perang harga ,maka kita siap untuk kehilangan sebagian profit yang kita miliki.. Dalam menghadapi persaingan usaha  kita melakukan cara menghadapi persainga usaha tanpa menurunkan harga  yaitu:
1.PILIH PESAING YANG TEPAT
Dalam menghadapi persaingan membutuhkan energi,waktu dan biaya    sebelum kita melangkah jauh sebaiknya kita menetapkan  siapa pesaing kita saat ini.
2.FOKUS KEPADA KEUNGGULAN KITA
Jika selama ini usaha kita sudah jalan kita harus yakin usaha atau produk yang kitaharus yakin usaha atau produk yang kita miliki memiliki keunggulan dalam  menghadi sengitnya persaingan dan kita harus fokus keunggulan atau pruduk usaha kita .
Contohnya kalau keunggulan kita terletak pada kecepatan pelayanan,maka keunggulan inilah yang harus kita pertahankan dan ditinggkatkan.
3.FOKUS KEPADA KELEMAHAN PESAING
Tahukah kita apa kelemahan pesaing kita saat ini?? Jika sudah tau,mengapa kita tidak menggunakan kelemahan pesaing kita untuk kesukseaan usaha kita sendiri,sedangkan untuk costumer kita apa yang tidak pesaing sediakan.
4. BELAJAR DARI PENGALAMAN
Pengalaman adalah guru terbaik kita bisa belajar dan dari pengalaman kita sendiri ,sebelumnya atau belajar dari pengalaman orang lain dalam menghadapi persaingan.
5.KELUAR DARI PERSAINGAN
Persaingan kadang tidak selalu harus kita hadapi,kita harus keluar dari persaingan ,keluar dari persaingan bukan berarti menutup usaha kita atau kita bisa mencari ceruk pasar baru,membuat produk baru,inovasi,dll
(DORHANA SINAGA/12 IF .24/18110223)

Usaha baru "Why Not..???"

Memulai usaha Baru..! Bagaimana sii..??? Pertanyaan itu sering muncul,ketika seseorang ingin mencoba berbisnis... Baiklah saya akan memberikan tips-tipsnya, yaaa...   meskipun saya pribadi bukan seorang pengusaha. Tapi, semoga lewat tulisan saya ini.dapat membantu teman – teman yang ingin,mencoba peruntungan baru.Mari kita simak ulasan saya berikut ini. Memulai sebuah usaha, entah itu besar atau kecil memang gampang-gampang susah. Apalagi bagi kita yang belum pernah atau belum berpengalaman dalam bisnis. Sehingga tidak jarang ada yang tidak jadi memulai usaha gara-gara terlalu banyak berpikir ini itu.Untuk mengurangi rasa penasran kita  baca tipsnya berikut ini :
1. Hobi, adalah cara paling mudah, enjoy dan anda lebih paham dengan bidang yang ditekuni. Contoh: bisnis bunga, bengkel, dan makanan.
2. Terdesak kebutuhan, seperti PHK, menganggur, bisnis lesu atau orang tua meninggal, sehingga terpaksa jualan pakaian, kue, koran, dll. Ini adalah cara yang sulit, tetapi dengan kerja keras, sukses adalah mungkin.
3. Diajak teman, keluarga atau kolega untuk ikut MLM. Dengan modal relatif kecil dan sistem network yang baik, anda berpeluang untuk sukses.
4. Inspirasi dari koran, TV, internet, obrolan teman kantor, rumpi-rumpi tetangga atau lagi jalan-jalan sore. Begitu anda melihat “WOW”, langsung anda sulit tidur untuk segera mewujudkan mimpi bisnis anda.
5. Melanjutkan usaha keluarga, sehingga pada akhirnya dengan “tangan dingin” anda bisnis jadi lebih berkembang.
6. Mengisi waktu luang, seperti pensiunan, penulis, dll, lalu membuka toko kelontong, counter voucher HP, refil aqua, dan usaha konsultan.
7. Lihat peluang di tempat kerja, usaha teman, masalah yang berbau bisnis di sekitar rumah anda, seperti usaha laundry, rental PS, cleaning service, dll.
8. Memanfaatkan ilmu dan skill anda, seperti usaha penerjemahan, konsultan properti,toko/service komputer dan bimbingan belajar.
(Aja jadmika/12114945/12.1e.24)

Wirausaha sebagai Solusi Terbaik

Perkembangan di zaman modern ini mulai berkembang semakin pesat. Industri-industri rumah serta daya kreatifitas mulai bergerak. Dilatar belakangi oleh hal-hal tersebut kita haruslah ikut terlibat dalam pembangunan dalam sektor perindustrian selain makin ketatnya seleksi penerimaan Pegawai Negeri Sipil dan Karyawan Swasta serta turunnya daya serap lulus-lulusan untuk bekerja, kemudian lemahnya penanganan tenaga kerja di pemerintahan kita. Munculah sebuah perindustrian sekala menengah-kecil dalam bentuk wirausaha Home Industry( Indusri rumahan). Mulai dari wirausaha berbentuk waralaba, Usaha siap saji, hingga Kerajinan industri rumahan. Usaha banyak jenis dan sistem manajemennya dari usaha yang langsung hingga usaha yang melalui agen- agen maupun grosiran. Namun muculnya gagasan untuk berwirausaha bukan begitu saja, akan tetapi melalui proses. Diawali dari kejenuhan akan bekerja, dilandasi atas hobi yang digemari bahkan hingga dari pengamatan yang dilakukan sehari-hari. Biasanya seseorang yang berkeinginan usaha harus memiliki pandangan dan juga wawsan serta kecermatan dalam membaca pasar maupun situasi. Usaha dapat berjalan dengan lancar jika sesorang dapat berkreasi dan kreatif dalam mengembangkan usahanya. Biasanya bentuk usaha – usaha makanan yg mudah karena dapat melihat pasarn dan musiman. Wirausaha mungkin tidak semudah yang dibayangkan namun amatlah susah jika harus mempertahankannya. Sebab usaha akan berjalan jika dilangkahi oleh keinginan sendiri. Wirausaha juga menjadi faktor awal dalam kita memasuki dunia usaha yang besar atau mewah, Sebab di wirausaha kita dapat belajar akan ketekunan dan ketelitian. Wirausaha menjadi komponen didalam perkembangan sektor Perindustrian dalam bentuk usaha menengah kecil yang merupakan awal sebuah pembangunan. (Dominikus Tinuwus P/18094907/12.5C.14)

Manfaat Wirausaha bagi Karyawan

Kewirausahaan memberikan lebih banyak fleksibilitas untuk hidup Anda. Seorang individu dapat membuat persyaratan yang diperlukan dengan jumlah keuangan Anda sendiri untuk operasi dan dapat mulai bekerja dengan jadwal yang nyaman sebagai pengusaha. Salah satu manfaat penting dari kewirausahaan adalah bahwa Anda adalah bos sendiri. Ketika semua aspek dari bisnis sepenuhnya fungsional, maka Anda dapat menghabiskan waktu Anda untuk olahraga Anda, hobi, dan untuk keluarga Anda juga.
Manfaat lain dari kewirausahaan mulia adalah kecenderungan membantu dan memperbaiki masyarakat. Kemudian Anda dapat memberikan kesempatan bagi orang lain dan juga dapat memberikan kontribusi kepada masyarakat melalui bisnis yang bertanggung jawab. Untuk mengatakan kebenaran, hanya usaha kecil pemilik adalah orang yang paling dihormati dalam masyarakat karena mereka bertanggung jawab untuk pengembangan masyarakat. Terutama mereka menyediakan, menciptakan lapangan kerja lokal untuk sebagian besar orang tingkat rendah.
Pekerjaan yang disediakan oleh pengusaha yang lebih memuaskan dalam hal membayar dan pengakuan dibandingkan dengan pekerjaan kelas tinggi. Jadi jika Anda seorang pengusaha pemula, Anda tidak akan memberikan untuk diri sendiri dan keluarga Anda, tetapi juga untuk komunitas Anda dengan cara kecil Anda sendiri. Ini merupakan manfaat penting untuk menjadi seorang pengusaha. Tidak ada ekonomi di dunia dapat bertahan hidup tanpa kewirausahaan yang menyediakan kecerdikan, kreativitas, dan tenaga kerja untuk orang lain.(Eko wibowo/12099959/12.5C.14)

Entrepreneurship mengurangi Pengangguran Terdidik

Kewirausahaan, dalam konteks apapun, selalu berdampingan erat dengan karakter entrepreneurship. Pengembangan usaha yang mandiri membutuhkan jiwa dan semangat entrepreneurship yang juga mumpuni. Entrepreneurship adalah sebuah karakter kombinatif yang merupakan fusi antara sikap kompetitif, visioner, kejujuran, pelayanan, pemberdayaan, pantang menyerah, dan kemandirian.
Karakter ini bersatu dan menjadi kebutuhan langsung dalam proses wirausaha. Secara sederhana, entrepreneurship memiliki ciri-ciri swadaya usaha serta mengandung komponen manajemen pemasaran, produksi, dan finansial. Masalah ketenagakerjaan di Indonesia kembali memunculkan satu problem yang signifikan, yaitu besarnya angka pengangguran terdidik. Yang dimaksud dengan pengangguran terdidik adalah mereka yang mempunyai kualifikasi lulusan pendidikan yang cukup namun masih belum memiliki pekerjaan.
 Pada tahun 2008 lalu, sebanyak 4,5 juta dari 9,4 juta orang pengangguran berasal dari lulusan SMA, SMK, program Diploma, dan Universitas. 
Solusi
Pengangguran terdidik harus dikurangi dari dua sisi,yaitu pendidikan dan ketenagakerjaan. Dari sisi pendidikan, sudah jelas bahwa dunia pendidikan harus dapat menghasilkan output lulusan yang siap diserap oleh pasar kerja. Artinya, pendidikan yang berkualitas yang berorientasi pada pasar kerja menjadi mutlak. Yang dapat kita perbaiki adalah mewujudkan pendidikan yang berbasis pada pasar kerja (labour market based). Prosesnya selama ini adalah product oriented, yaitu dunia pendidikan lebih fokus pada upaya menghasilkan lulusan yang berkualitas. Namun kualitas dan karakteristik seperti apa yang dibutuhkan oleh pasar kerja? Oleh karena itu, labour market oriented, saat ini lebih tepat untuk menjawab kebutuhan pasar kerja akan tenaga kerja berkualitas, dan pada akhirnya mengurangi pengangguran terdidik. Konsep link and match antara dunia pendidikan dan dunia ketenagakerjaan perlu diredefinisi dengan memasukkan pendekatan market labour based tadi. Jenis-jenis pendidikan kejuruan dan keterampilan kerja didasarkan pada analisis kebutuhan peluang-peluang kerja yang ada, dan yang diproyeksikan akan besar kebutuhannya.
Mengurangi pengangguran pada umumnya, dan pengangguran terdidik pada khususnya, mengingatkan kita pada harapan akan tumbuhnya enterpreneurship atau kewirausahaan. 
sumber :http://citizennews.suaramerdeka.com/?option=com_content&task=view&id=1504
(Wahyu herlani CH/12099928/12.5D.14)

Wirausaha Sebagai Solusi Terbaik


Sekarang masalah yang sedang dihadapi oleh Negara kita ini adalah banyaknya pengangguran dan kemiskinan. Oleh karena itu tak sedikit orang yang gelap mata sehingga nekat untuk berbuat kriminal seperti yang telah terjadi disekeliling kita. Namun tak sedikit pula orang yang telah mencoba untuk melamar pekarjaan baik dari lulusan SMA/SMK atau sederajat , D3, dan ataupun Sarjana. Mereka saling berlomba untuk mendapatkan pekerjaan untuk mencukupi kebutuhan mereka dan batas umurpun terkadang diberlakukan dibeberapa perusahaan, sehingga bagi lulusan SMA/SMK atau sederajat yang kelewat  batas(lebih dari 25 tahun) sulit baginya untuk mendapatkan pekarjaan. Tapi bukan berarti dengan mendapatkan ijazah  D3 dan Sarjana kita mudah mendapatkan pekerjaan, itu juga belum tentu. Nah, bila kita logika, setiap tahun , ada berapa jumlah lulusan baik dari SMA/SMK, atau sederajat dan D3 serta Sarjana…..??? Dan apakah mereka mendapatkan pekerajaan semuanya…??? Lalu, apakah seimbang juga dengan lapangan pekerjaan yang telah ada saat ini…???  Oleh karena itu, mari kita pikirkan bersama,,,,kita berfikir kreatif dan inovativ untuk mendapatkan SOLUSI yang terbaik untuk mengatasi semua permasalahan di atas.
Mungkin dengan mendirikan sebuah usaha merupakan pemikikran yang cukup bagus??? Ya,, dengan mendirikan sebuah usaha baru kita dapat mengatasi permasalahan tersebut walaupun sedikit demi sedikit. Dan berwirausaha itupun juga tidak harus langsung yang besar, usaha kecil-kecilan asalkan mampu mengelola dengan baik juga mampu menghasilkan kentungan yang sebanding. Setelah itu, barulah memulai dengan usaha yang lumayan besar sehingga dengan menjalankan usaha terebut kita mampu berfikir dan berfikir untuk mengembangkan serta menciptakan usaha yang baru. Dengan begitu kita juga turut membantu pemerintah dalam mengurangi angka pengangguran serta kemiskinan di Negara kita ini karena kita telah mendirikan lapangan pekerjaan.
Nah sekarang keuntunganya,,,,sebagai seorang wirausaha…??? Kita bukan lagi yang disuruh, tapi kita yang menyuruh sehingga kita pula yang menggaji bukan kita yang digaji. Mezkipun sakit kita tidak harus datang ketempat usaha kita. Sudah jelas bukan..?? tunggu apalagi sekali lagi mari kita berfikir kreatif dan inovatif mari mulai dengan mendirikan sebuah usaha baru dengan bekal baik materi, pengalaman serta modal yang ada,,,, untuk masa depan kita yang lebih baik dan juga untuk pembangunan serta kemajuan Negara kita …

(ARUM TRI SUKOYO /18112O47/12.1F.24)

Cara Memulai Usaha Baru

Sebetulnya cara untuk memulai suatu usaha sangatlah mudah dan gratis tanpa biaya sedikitpun. Syaratnya hanya satu, mulailah dengan memiliki sebuah MIMPI. Karena dengan bermimpi Anda dapat menciptakan ide bisnis yang luar biasa, hingga akhirnya ide bisnis tersebut diolah menjadi sebuah peluang usaha baru yang menguntungkan. Bermodal dengan ide bisnis dari sebuah mimpi besar yang dimiliki, tahapan selanjutnya memulai usaha dapat dijelaskan sebagai berikut :
  1. Tentukan gagasan bisnis yang akan dikembangkan. Sebaiknya sesuaikan usaha yang akan dibuka dengan kemampuan, minat atau bakat yang kita miliki, namun tanpa meninggalkan faktor peluang pasar yang ada pada masyarakat. Banyaknya pengusaha sukses, karena mereka memilih bidang usaha yang mereka sukai.
  2. Buatlah visi dan misi usaha. Sebuah usaha harus memiliki visi serta misi yang jelas, sehingga tujuan dan langkah usaha tersebut dapat terkonsep dengan baik guna menunjang pengembangan usaha yang dibangun. Sekecil apapun usaha yang dimiliki, namun adanya tujuan usaha mempengaruhi kinerja serta hasil usaha yang akan diperoleh.
  3. Action. Sebaik apapun ide bisnis yang kita miliki, tidak akan pernah menjadi usaha yang sukses jika kita tidak segera bertindak. Mulailah usaha yang Anda rencanakan dengan penuh keyakinan dan ketekunan, karena menjalankan sebuah usaha hingga mencapai kesuksesan membutuhkan perjuangan dan perjalanan yang cukup panjang dengan kerja keras yang harus dijalankan.
  4. Selalu belajar dan lakukan pengamatan. Amati pengusaha yang telah sukses dengan bidang yang sama dengan kita, bila usaha kita tergolng baru amatilah strategi manajemen yang mereka gunakan. Hal penting lainnya yaitu perdalam pengetahuan mengenai semua hal yang berhubungan dengan bisnis yang kita jalankan, agar produk kita bisa lebih inovatif.
  5. Hadapi, hayati serta nikmati hambatan atau kegagalan. Membangun sebuah usaha hingga sukses tidaklah mudah, adanya hambatan serta resiko kegagalan hampir selalu membayangi setiap usaha. Untuk itu sebaiknya kita harus selalu berpikiran positif terhadap hambatan serta kegagalan yang ada, karena dalam tiap kesulitan akan ada kemudahan jika kita mau bekerja keras.
Kunci kesuksesan memulai sebuah bisnis adalah berani menjadikan mimpi kita menjadi ide bisnis yang nyata. Jangan pernah takut gagal dalam memulai bisnis, karena setiap kegagalan akan memberikan pelajaran berharga bagi langkah bisnis Anda. Salam sukses. (Maykel/18094917/12.5C.14)      

Jurnal Khusus bagi Perusahaan Dagang


Jurnal khusus adalah Jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi yang rutin dan sering terjadi dalam kegiatan normal perusahaan. Macam macam jurnal khusus:
1. Jurnal Pembelian (Purchase Journal)
2. Jurnal Penjualan (Sales Journal)
3. Jurnal Pengeluaran Kas (Cash Payment Journal)
4. Jurnal Penerimaan Kas (Cash Receipt Journal)
5. Jurnal Umum (Memorial Journal)

Manfaat Jurnal Khusus perusahaan dagang :
1.Memudahkan Pencatatan dengan Sistematis
2.Lebih Efektif dan Efisien
3.Pemrosesan data lebih cepat
4.Memudahkan posting ke akun buku besar
5. Menghemat biaya
6.Memungkinkan pengendalian internal dengan baik
7.Memungkinkan pembagian pekerjaan(spesialisasi)

1.Jurnal Pembelian digunakan untuk pencatatan transaksi pembelian persediaan barang secara kredit.
2.Jurnal Penjualan digunakan untuk pencatatan transaksi penjualan persediaan barang secara kredit.
3.Jurnal Penerimaan Kas dipergunakan khusus untuk mencatat transaksi penerimaan kas dan semua transaksi yang mengakibatkan bertambahnya kas di perusahaan dan pembayaran melalui kas, juga transaksi yang mengakibatkan berkurangnya kas
4.Jurnal Pengeluaran Kas dipergunakan khusus untuk mencatat transaksi pengeluaran perusahaan.
5.Jurnal Umum dipergunakan khusus untuk mencatat semua transaksi yang tidak bisa dicatat dalam keempat jurnal diatas. Jurnal khusus masih dapat diperluas sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Jika retur pembelian barang dagang secara kredit sering terjadi, dapat pula dibuat satu jurnal khusus untuk transaksi retur pembelian barang dagang secara kredit yang disebut jurnal retur pembelian dan pengurangan harga. Jika transaksi returpenjualan secara kredit sering terjadi, maka dapat dibuatkan satu jurnal khusus untuk transaksi retur penjualan secara kredit yang disebut jurnal retur penjualan dan pengurangan harga. Namun, dalam buku ini kita hanya akan membahas empat jurnal khusus, yaitu jurnal pembelian, jurnal pengeluaran kas, jurnal penjualan, dan jurnal penerimaan kas. Jika transaksi tidak dapat dicatat pada keempat jurnal khusus tersebut, pencatatannya dilakukan pada jurnal umum.(AMRI SAIIN/12.1C.24/18112058)

Menghadapi Persaingan Usaha

Dalam setiap bisnis, Anda tidak akan lepas dari persaingan. Apalagi jika bisnis Anda sukses, tentu pesaing-pesaing baru akan mengikuti kesuksesan Anda. Strategi yang biasa digunakan para pebisnis dalam menghadapi persaingan adalah perang harga. Masalahnya, jika Anda perang harga, maka Anda harus siap kehilangan sebagian profit. Dan perang harga yang berkepanjangan hanya akan ‘merusak’ bisnis secara keseluruhan.Bagaimana cara menghadapi persaingan dalam bisnis tanpa harus menurunkan harga ?

1. Pilih Pesaing Yang Tepat

Menghadapi persaingan membutuhkan energi, waktu dan biaya. Karena itu, sebelum melangkah lebih jauh, sebaiknya Anda menetapkan siapa pesaing Anda saat ini. Jangan sampai salah dalam menetapkan pesaing. Siapa pesaing Anda akan menentukan bagaimana cara menghadapinya. Pesaing Anda boleh jadi skala bisnis lebih kecil atau lebih besar dari Anda. Pesaing Anda juga boleh jadi tidak dari kategori bisnis yang sama dengan Anda.

2. Fokus Kepada Keunggulan Anda

Jika selama ini bisnis Anda sudah ‘jalan’, saya yakin bisnis atau produk Anda memiliki keunggulan. Buktinya ada yang beli, kan ? Menghadapi sengitnya persaingan, Anda harus focus pada keunggulan bisnis atau produk Anda. Jika misalnya keunggulan bisnis Anda terletak pada kualitas produk, maka pertahankan kualitas tersebut. Lebih baik lagi tingkatkan kualitas produk Anda. Dan dalam setiap promosi, tonjolkan saja keunggulan produk Anda tadi.Contoh lagi, kalau keunggulan Anda terletak pada kecepatan pelayanan, maka keunggulan inilah yang harus Anda pertahankan dan tingkatkan

3. Fokus Kepada Kelemahan Pesaing

Tahukah Anda apa kelemahan pesaing Anda saat ini ? Jika sudah tahu, mengapa Anda tidak menggunakan kelemahan pesaing Anda untuk kesuksesan bisnis Anda sendiri ? Sediakan untuk customer Anda apa yang tidak disediakan pesaing. Berikan customer Anda apa yang tidak diberikan pesaing Anda.

4. Belajar Dari Pengalaman

Pengalaman adalah guru terbaik. Anda bisa belajar dari pengalaman Anda sebelumnya, atau belajar dari pengalaman orang lain dalam menghadapi persaingan. Menghadapi persaingan tidak melulu urusan strategi bertindak, tapi juga bagaimana sikap dan mental Anda. Tidak ada salahkan Anda belajar kepada mereka yang berpengalaman

5. Keluar Dari Persaingan

Persaingan kadang tidak selalu harus Anda hadapi. Ada kalanya dalam kondisi tertentu, Anda harus keluar dari persaingan. Keluar dari persaingan bukan berarti menutup bisnis Anda. Keluar persaingan bisa berarti Anda mencari ceruk pasar baru, membuat produk baru, inovasi, dll

6. Berdoa

Nah, kalau ini strategi paling akhir dan harus Anda lakukan. Bagaimanapun juga, bisnis itu kan masalah rezeki. Seberapa hebatpun strategi yang Anda lakukan, hanya Tuhan saja yang menentukan hasilnya.Semoga Anda sukses dalam menghadapi persaingan bisnis.Bagaimana pendapat Anda ?



Nama:Nisa Yasinta
Nim    :12114597
Kelas:12.1B.24.MI

Memulai Usaha Baru


10 Tips Memulai Usaha Baru:
1. Hobi, adalah cara paling mudah, enjoy dan anda lebih paham dengan bidang yang ditekuni. Contoh: bisnis bunga, bengkel, dan catering.
2. Terdesak kebutuhan, seperti PHK, menganggur, bisnis lesu atau orang tua meninggal, sehingga terpaksa jualan pakaian, kue, koran, dll. Ini adalah cara yang sulit, tetapi dengan kerja keras, sukses adalah mungkin.
3. Diajak teman, keluarga atau kolega untuk ikut MLM. Dengan modal relatif kecil dan sistem network yang baik, anda berpeluang untuk sukses.
4. Inspirasi dari koran, TV, internet, obrolan teman kantor, rumpi-rumpi tetangga atau lagi jalan-jalan sore. Begitu anda melihat “WOW”, langsung anda sulit tidur untuk segera mewujudkan mimpi bisnis anda.
5. Melanjutkan usaha keluarga, sehingga pada akhirnya dengan “tangan dingin” anda bisnis jadi lebih berkembang.
6. Mengisi waktu luang, seperti pensiunan, penulis, dll, lalu membuka toko kelontong, counter voucher HP, refil aqua, dan usaha konsultan.
7. Lihat peluang di tempat kerja, usaha teman, masalah yang berbau bisnis di sekitar rumah anda, seperti usaha laundry, rental PS, cleaning service, dll.
8. Memanfaatkan ilmu dan skill anda, seperti usaha penerjemahan, konsultan properti,toko/service komputer dan bimbingan belajar.
9. Ikut coaching, diklat, training, dan lokakarya, seperti sablon, elektronika dan salon.
10. Tiru bisnis di tempat kerja, lalu buka usaha serupa.
Nama :Eka Nurmalasari
Kelas:12.1B.24 MI
NIM   :12114671

Cara Termudah Memulai Bisnis



Banyak orang yang takut memulai bisnis karena beranggapan bahwa bisnis itu perlu modal yang besar, ruang yang luas, dan harus menyediakan lokasi khusus untuk tempat usaha. Padahal sebetulnya, bisnis bisa dijalankan dari mana saja. Bahkan Anda tetap bisa mendatangkan uang sambil tetap bekerja sebagai karyawan dan mengurus anak.

"Membuat bisnis itu artinya kita harus siap-siap terjun bebas. Siap-siap gagal. Dan ketika bisnis itu gagal, telan semua pahitnya, dan mari kita mulai lagi," kata Ligwina Poerwo Hananto CFP, Chief Executive Office Independent Financial Planner dari Quantum Magna Financial.

Selain pengalaman akan bertambah banyak karena menjalani bisnis sendiri, Anda pun akan lebih kreatif, ulet, tahan banting, dan bertanggung jawab. Ini juga artinya Anda membuat lapangan pekerjaan bagi orang lain.

Tidak masalah jika ide kita sama dengan orang lain. Yang penting kita harus punya sesuatu yang unik supaya orang tertarik untuk datang ke tempat kita. "Setelah mendapatkan ide, baru dilanjutkan what, who, how-nya," ujar Ligwina. "What adalah apa yang akan kita jual. Who adalah kepada siapa kita menjualnya, berarti target pasarnya. Dan how adalah cara kita memasarkan produk. Harus beda dan sekreatif mungkin. Yang perlu diingat, jangan takut untuk memulai bisnis." Menurutnya, perempuan biasanya lebih kreatif dan jeli melihat pasar.

Banyak pengusaha yang memulai bisnisnya dari hobi atau kegiatannya di waktu senggang.Coba simak tujuh cara mudah memulai bisnis di bawah ini:

1. Lakukan hal yang dicintai. Keberhasilan Anda tergantung seberapa besar Anda mencurahkan hati terhadap bisnis tersebut. Jika Anda melakukan hal yang dicintai, hasrat Anda terhadap bisnis tersebut akan menjadikan Anda ahli dan gigih.

2. Dari hidup sehari-hari. Banyak pengusaha mendulang keuntungan dengan menjual hal-hal sepele yang kita temukan sehari-hari. Hal-hal yang sebenarnya penting namun orang malas melakukannya. Buatlah bisnis yang pelanggan malas melakukannya, atau tidak punya waktu untuk itu. Misalnya bisnis menyewakan tanaman untuk pertemuan atau acara-acara kawinan.

3. Hobi. Apakah teman-teman Anda pernah memuji masakan dan busana yang Anda rancang sendiri? Kenapa tidak dikembangkan saja? Jadikan hobi Anda menjadi suatu bisnis dengan mulai menjualnya kepada teman-teman Anda sendiri.

4. Ahli dalam suatu bidang. Jika pintar berbahasa Inggris atau merangkai beaded necklace, Anda juga dapat berbagi ilmu sekaligus mendapat penghasilan dari situ. Bukalah tempat kursus meski hanya di rumah.

5. Membeli hak jual. Jika Anda tidak tahu apa yang harus dijual, Anda dapat membeli hak jual produk dari suatu perusahaan. Entah itu makanan atau barang. Apalagi sekarang sudah banyak produk waralaba yang bisa Anda pilih. Pemberi hak jual biasanya memberi keleluasaan untuk mengatur jumlah modal Anda sendiri.

6. Segera mulai. Jangan menunggu waktu lama untuk berbisnis. Karena faktor mood atau perasaan bisa membuat Anda menunda rencana yang telah disusun. Segera bergerak ketika Anda sudah tahu akan menjual produk apa. Beri nama produk yang khas agar konsumen mudah mengingatnya.

7. Tes market. Tes market juga merupakan komponen yang penting jika mau berbisnis. Caranya bisa dengan mengamati perubahan gaya hidup, daya beli konsumen, dan selera konsumen. Siapa tahu Anda malah bisa menjadi pencipta tren. Ketika pasar sudah menerima produk kita, pertahankan kualitasnya. Hasil yang akan dipasarkan pertama kali menjadi poin penting yang akan dinilai oleh pasar. Jangan lupa untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas produk di kemudian hari.


sumber: www.kompas.com

Nama               : Eko Prasetyo Aji
Kelas               : 12.1E.24
NIM                : 12116652

Manajemen Wirausaha

Manajemen waktu adalah bagian yang amat penting dalam menjalankan sebuah bisnis. Apalagi jika anda masih berstatus sebagai karyawan yang mempunyai kewajiban (rata-rata) bekerja dari jam 8 pagi hingga jam 5 sore hari. Merupakan satu tantangan tersendiri untuk berusaha membagi waktu mengatur bisnis dengan pekerjaan kantor -- yang juga masih dibutuhkan sebagai income tetap untuk mendukung bisnis.

Sepulang kerja jam 6.30 sore, ia segera menjenguk rukonya dengan membawa anak (karena tidak mau kehilangan waktu bermain bersama anak) sampai kira-kira jam 9 malam, setelah itu dilanjutkan acara belanja ke pasar (bila ada dagangan yang habis).

Jam 10 malam saat tiba kembali di rumah, ia tetap melanjutkan aktivitasnya menidurkan anak, menghitung pemasukan dan menyiapkan bahan-bahan yang harus dikerjakan pagi hari berikutnya.

Sepertinya cukup melelahkan ya? Kurangnya waktu istirahat inilah yang kemudian menjadi salah satu pertanyaan sang Ibu pada rekan-rekan di Milis Dunia Wirausaha. Adakah cara yang lebih pas untuk membagi waktu dalam ia melaksanakna semua kegiatan harian ini?

Cara lain adalah dengan memperhatikan pola bisnis itu sendiri. Apabila usaha anda telah berjalan beberapa waktu, tentu akan semakin jelas pola yang terlihat dalam hal: berapa hari sekali sebetulnya belanja bahan baku perlu dilakukan? Bahan baku apa saja yang paling cepat habis? Bahan baku mana yang dapat dibeli dalam jumlah besar dan bisa disimpan dalam waktu yang cukup lama? Bahan baku apa saja yang memerlukan belanja setiap hari?

Selain itu, hitungan pemasukan dan pengeluaran sebetulnya juga bisa didelegasikan pada karyawan yang telah dipercaya. Manajemen keuangan (pembukuan) yang simple bisa diajarkan pada karyawan, contohnya, untuk pengeluaran pemasukan dibuat dalam satu buku yang harus mereka isi setiap hari. At the end of the day, anda tinggal mengecek posisi keuangan. Bila perlu, ajari karyawan untuk setor penjualan hari itu ke bank. (MUHAMMAD RIDWAN HADIWINATA/12.1B.24/18110407)