Senin, 12 Desember 2011

Manajemen Informasi

Informasi merupakan salah satu sumber dasar yang ada bagi para manajer yang mempunyai nilai, karena informasi akan memberikan sumber yang nyata dan akan lebih berperan bila suatu perusahaan bertambah besar.

Manager mengelola lima sumber daya utama yang ada di perusahaan :
1. Manusia
2. Material
3. Machine (mesin)
4. Money (uang)
5. Information

Tugas manager adalah mengelola sumber daya ini agar dapat digunakan dengan cara yang paling efektif. Manajer menggunakan sumber daya konseptual untuk mengelola sumber daya fisik.

Manajer memastikan bahwa data mentah yang diperlukan terkumpul dan kemudian diproses menjadi informasi yang berguna, kemudian manajer memastikan bahwa orang yang layak dalam organisasi menerima informasi tersebut dalam bentuk yang tepat pada saat yang tepat sehingga informasi tersebut dapat dimanfaatkan. Akhirnya manajer membuang informasi yang tidak berguna lagi dan menggantikannya dengan informasi yang terkini dan akurat. Seluruh aktivitas dalam memperoleh informasi, menggunakannya seefektif mungkin dan membuangnya pada saat yang tepat disebut Manajem Informasi.

Kebutuhan akan manajemen informasi disebabkan oleh :

  1. Kegiatan bisnis yang semakin rumit/kompleks

Hal ini disebabkan karena pengaruh ekonomi internasional, perkembangan teknologi dunia yang pesat, makin sempitnya kerangka waktu yang tersedia bagi para manajer untuk mengambil keputusan.

  1. Komputer yang telah mencapai kemampuan yang semakin baik

Karena tugas manajer yang semakin kompleks maka usaha untuk menngkatkan efektifitas dalam pemecahan masalah adalah dengan menggunakan teknik kuantitatif dan peralatan elektronik.

Komputer sebagai Elemen dalam SI

Ukuran Komputer : Mainframe, super computer, mini computer, mikro computer.

Komponen dasar computer : Input unit, CPU,Output unit

Manajer dan Sistem

Sistem adalah sekelompok elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan. Sistem mempunyai elemen-elemen, walaupun tidak semua system memliki elemen-elemen yang sama, tetapi ada suatu susunan dasar suatu system, yaitu :

  1. Input
  2. Output
  3. Transformasi
  4. Controlling
  5. Goal (Tujuan)

Evolusi Sistem Informasi Berbasis Komputer

  1. EDP (Electronic Data Processing)
  2. MIS/SIM (Management Information System)
  3. DSS/SPK(Decision Support System)
  4. OA(Office Automation)
  5. Expert System

(Desi Listiyani/12104381/12.3A.24)

Data dan Informasi

Pengertian Data
Secara konseptual, data adalah deskripsi tentang benda, kejadian, aktivitas dan transaksi, yang tidak mempunyai makna atau tidak berpengaruh secara langsung kepada pemakai. Data sering kali disebut sebagai bahan mentah informasi. Melalui suatu proses transformasi, data dibuat menjadi bermakna. Data dapat berupa nilai yang terformat, teks, gambar, suara dan video.
  • Data yang terformat adalah data dengan suatu format tertentu. Misalnya, data yang menyatakan tanggal atau jam, atau menyatakan nilai mata uang.
  • Teks adalah sederetan huruf, angka, dan symbol-simbol khusus (misalnya + dan $) yang kombinasinya tidak tergantung pada masing-masing item secara individual.
  • Gambar adalah data dalam bentuk gambar. Gambar dapat berupa grafik, foto, hasil roentgen dan tanda tangan, ataupun gambar yang lain.
  • Suara adalah data dalam bentuk suara. Instrument musik, suara orang atau suara binatang, gemercik air, detak jantung merupakan beberapa contoh data audio.
  • Video menyatakan data dalam bentuk sejumlah gambar yang bergerak dan bisa saja dilengkapi dengan suara. Video dapat digunakan untuk mengabadikan suatu kejadian atau aktivitas.


Pengertian InformasiInformasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau saat mendatang.
Jadi, hal yang terpenting untuk membedakan informasi dengan data, informasi itu mempunyai kandungan “makna”, data tidak. Pengertian makna di sini merupakan hal yang sangat penting, karena berdasarkan makanlah si penerima dapat memahami informasi tersebut dan secara lebih jauh dapat menggunakannya untuk menarik suatu kesimpulan atau bahkan mengambil keputusan.
Informasi itu sendiri memiliki ciri-ciri seperti berikut (Davis, 1999) :
  • Benar atau salah. Dalam hal ini, informasi berhubungan dengan kebenaran terhadap kenyataan. Jika penerima informasi yang salah mempercayainya, efeknya seperti kalau informasi itu benar.
  • Baru. Informasi benar-benar baru bagi si penerima.
  • Tambahan. Informasi dapat memperbaharui atau memberikan perubahan terhadap informasi yang telah ada.
  • Korektif. Informasi dapat digunakan untuk melakukan koreksi terhadap informasi sebelumnya yang salah atau kurang benar.
  • Penegas. Informasi dapat mempertegas informasi yang telah ada sehingga keyakinan terhadap informasi semakin meningkat.
Hierarki DataSecara tradisional, data disusun dalam suatu hierarki yang terdiri dari elemen data, rekaman (record), dan berkas (file), sebagaimana terlihat pada gambar berikut.


  • Elemen data adalah suatu data terkecil yang tidak dapat dipecah lagi menjadi unit data yang lain. Misalnya pada data kepegawaian, elemen data dapat berupa nama pegawai, alamat, kota tempat tinggal, dan atribut lain yang berkaitan dengan pegawai. Istilah lain untuk elemen data adalah medan (field), kolom, item dan atribut.
  • Rekaman adalah gabungan sejumlah elemen data yang saling terkait, sebagai contoh, nama, alamat, kota, dan tempat tanggal lahir seorang pegawai dapat dihimpun dalam sebuah rekaman, dan istilah lain untuk rekaman adalah tupel dan baris.
  • Berkas adalah himpunan seluruh rekaman yang bertipe sama membentuk sebuah berkas, berkas dapat dikatakan sebagai kumpulan data yang berkaitan dengan suatu subjek, dalam sistem basis data relasional, berkas mewakili komponen yang disebut table atau relasi.
Dalam konteks yang lebih besar, sekumpulan berkas atau tabel membentuk sebuah basis data, sebagai contoh, sebuah basis data kepegawaian dapat mengandung sejumlah tabel seperti data pribadi, data presensi, sejarah kerja, dan sebagainya.
Karakterisitik Data dan Informasi
Karakteristik data atau informasi yang dibahas pada satu literatur dengan literatur yang lain sangat beragam. Perhatikan tabel di bawah ini :



Kualitas Informasi
Istilah kualitas informasi (quality of information) terkadang juga dipakai untuk menyatakan informasi yang baik, dari sekian karakteristik yang telah dibahas, kualitas informasi sering kali diukur berdasarkan :

  1. Aman (Secutiy)
  2. Tepat Waktu (Timeliness)
  3. Akurat (Accurate)
  4. Terkait (Relevance)
  5. Lengkap (Completeness)
  6. Korektif (Corectness)
  7. Jelas (Clearly)
sering dikenal dengan istilah STAR-C3

Salah satu pemakai yang paling banyak menggunakan informasi dalam suatu organisasi adalah pihak manajemen. Informasi yang dibutuhakan bisa berasal dari pihak internal maupun eksternal, dalam bentuk formal ataupun informal, berdasarkan laporan ataupun komputer.

dikutip dari : Kerangka Dasar System Informasi Manajemen bagian I pengantar.
Gordon B. Davis,

(Imam Romdhoni/12105797/12.3A.24)

Peranan Sistem Informasi Akuntansi Bagi Manajemen

Sistem informasi akuntansi adalah susunan berbagai formulir,catatan,peralatan,termasuk komputer dan perlengkapan nya serta alat komunikasi,tenaga pelaksananya dan laporan yang terkoordinasikan secara erat yang dirancang untuk data keuangan menjadi data yang dibutuhkan manajemen.


Jadi inti dari penyusunan informasi akuntansi adalah untuk menyajikan informasi akuntansi bagi manajemen.
Pemakai informasi akuntansi dapat di bagi ke dalam dua kelompok:
A. Kelompok internal
B. Kelompok eksternal

Kelompok internal :
Adalah kelompok di dalam perusahaan seperti pihak manajemen,pekerja dan karyawan perusahaan.

Kelompok eksternal :
Adalah kelompok di luar perusahaan seperti pemegang saham,kreditor,dan masyarakat umum.

Struktur organisasi adalah suatu susunan pembagian tanggung jawab menurut fungsi hirarki dan prinsip-prinsip harus di pegang dalam menyusun suatu struktur organisasi adalah:
-Harus ada pemisahan antara fungsi pencatatan pelaksana dan penyimpanan atau pengolahan.
-Suatu fungsi tidak boleh di beri tanggung jawab penuh untuk melaksanakan semua tahap suatu transaksi dari awal sampai akhir.

Sistem informasi manajemen :
merupakan perluasan sistem pemrosesan data,karena sudah meliputi interaksi atau komunikasi antara manusia dengan komputer.
laporan yang di hasil kan sistem ini biasa nya menyangkut penyimpangan-penyimpangan dari proses yang rutin dan memang di rancang untuk mengambil keputusan.

Sistem pendukung keputusan adalah merupakan sistem informasi yang dirancang untuk mendukung pengambilan keputusan oleh manajer,sistem ini memungkinkan manajer untuk mendapatkan informasi sesuai dengan keinginannya.

Sistem pakar dan kepandaian adalah merupakan sistem informasi yang dirancang sesuai dengan akal dan pikiran manusia. *Dikutip dari beberapa sumber* (FAHMI HILMAN/12108164/12.3A.24)

Minggu, 11 Desember 2011

Peranan Sistem Informasi Bagi Perusahaan (1)

Pengertian Sistem :

Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu.

Informasi :

Informasi itu sendiri adalah hasil pengolahan data yang memberikan arti dan manfaat. Sumber informasi itu adalah data. Data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.
Sistem Informasi :
Sistem Informasi itu sendiri adalah Sebuah sistem yang menerima sumber daya data sebagai input dan memprosesnya ke dalam produk informasi sebagai outputnya.
Organisasi :

Penyusunan dan pengaturan bagian – bagian hingga menjadi suatu kesatuan, Susunan dan aturan dari berbagai bagian sehingga merupakan kesatuan yang teratur , Gabungan kerja sama untuk mencapai tujuan tertentu.
Istilah 'sistem informasi' dan 'teknologi informasi' telah menjadi begitu terhubung satu sama lain bahwa mereka sering digunakan bergantian untuk arti yang sama. Hubungan antara teknologi informasi dan struktur organisasi menjadi lebih dan lebih rumit karena lingkungan cepat berubah TI serta turbulensi lingkungan yang dihadapi banyak organisasi (Earl, 1996).
Ex : Perusahaan
Sistem Informasi secara umum mempunyai beberapa peranan dalam perusahaan, diantaranya sebagai berikut:
  1. Minimize risk
  2. Reduce costs
  3. Add Value
  4. Create new realities
Minimize risk
Setiap bisnis memiliki risiko, terutama berkaitan dengan factorfaktor keuangan. Pada umumnya risiko berasal dari ketidakpastian dalam berbagai hal dan aspek-aspek eksternal lain yang berada diluar control perusahaan..
Reduce costs
Peranan teknologi informasi sebagai katalisator dalam berbagai usaha pengurangan biaya-biaya operasional perusahaan pada akhirnya akan berpengaruh terhadap profitabilitas perusahaan.
Add Value
Peranan selanjutnya dari teknologi informasi adalah untuk menciptakan value bagi pelanggan perusahaan. Tujuan akhir dari penciptaan value tidak sekedar untuk memuaskan pelanggan .
Create new realities
Perkembangan teknologi informasi terakhir yang ditandai dengan pesatnya teknologi internet telah mampu menciptakan suatu arena bersaing baru bagi perusahaan, yaitu di dunia maya.
jadi Keuntungan dari sistem informasi organisasi bagi perusahaan:
  1. Yang tadinya manual menjadi otomatis.
  2. Waktu mengerjakan yang lebih cepat dengan adanya IT.
  3. Pengambilan keputusan yang lebih cepat.
  4. Dengan penerapan teknologi IT kita akan dapat menghemat biaya promosi dan pemasaran.
#di kutip dari beberapa sumber#
(Budi Wahono/12104013/12.3A.24)

Menghadapi Persaingan dalam Usaha



Melonjaknya jumlah pelaku usaha belakangan ini tentunya mengakibatkan persaingan pasar menjadi semakin ketat. Bahkan sekarang ini persaingan antara pengusaha yang satu dengan pelaku usaha lainnya sudah dalam kondisi yang semakin kompleks, sehingga masing-masing perusahaan kini berlomba menciptakan inovasi-inovasi baru untuk mempertahankan eksistensi bisnisnya.
Menggunakan inovasi baru untuk menghadapi persaingan pasar ternyata cukup efektif untuk memenangkan pasar yang ada. Tanpa adanya inovasi dari para pelaku usaha, bisa dipastikan konsumen akan cepat bosan dan bisnisnya pun akan tenggelam di tengah ramainya persaingan. Karena itulah, para pelaku usaha kecil maupun besar dituntut untuk selalu berinovasi baik dalam urusan internal perusahaan maupun untuk meningkatkan daya saing produk yang dihasilkan.
Untuk melakukan sebuah inovasi, Anda bisa memulainya dari hal-hal yang sederhana. Misalnya saja sebagai berikut :
Sebagian besar pelaku usaha pastinya berusaha untuk menciptakan produk baru yang belum pernah ada sebelumnya. Strategi ini memang cukup efektif, sehingga produk yang Anda ciptakan memiliki daya saing yang cukup kuat dan mampu bertahan di tengah padatnya persaingan pasar. Selain menciptakan produk baru, Anda juga bisa mengembangkan produk yang sudah ada menjadi produk yang luar biasa. Dalam hal ini Anda bisa meningkatkan kualitasnya, memperbaharui bentuknya, atau mempercantik kemasan produknya.
  • Manfaatkan teknologi modern
Strategi inovasi juga bisa Anda jalankan dengan memanfaatkan bantuan teknologi modern dalam setiap proses produksi maupun operasional usaha. Dengan begitu Anda bisa lebih produktif, memiliki daya saing produk yang lebih tinggi, serta bisa lebih teliti untuk mengurangi resiko kesalahan kerja yang disebabkan oleh human error.
  • Meningkatkan kualitas SDM
Untuk menciptakan produk yang inovatif, tentunya dibutuhkan sumber daya manusia yang berkompetensi dan memiliki kreativitas cukup tinggi. Karenanya sebelum merencanakan sesuatu yang inovatif, penting bagi Anda untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan karyawan sesuai dengan perkembangan perusahaan. Sebab, tanpa tangan-tangan kreatif, mustahil sebuah produk inovatif bisa tercipta.
  • Tingkatkan Pelayanan
Disamping strategi inovasi dengan menciptakan sebuah produk, Anda juga bisa menawarkan pelayanan khusus bagi konsumen Anda. Misalnya saja melayani pemesanan secara online, memberikan layanan delivery order, serta menawarkan paket one stop service untuk memberikan total solusi bagi para konsumen Anda.
Melihat pentingnya strategi inovasi untuk mengatasi persaingan usaha, tidak ada salahnya bila Anda segera mencobanya untuk meningkatkan daya saing bisnis Anda. Jangan pernah berhenti untuk berinovasi, karena para pesaing Anda juga tidak pernah lelah untuk berkreasi. Salam sukses. (Fajar Lutfi Al-Hakim/12.1F.24/18112357)

Memulai Bisnis Baru

Pertanyaan ini sering muncul ketika seseorang ingin memiliki sebuah usaha, bagaimana cara memulai usaha?? Sebetulnya cara untuk memulai suatu usaha sangatlah mudah dan gratis tanpa biaya sedikitpun. Syaratnya hanya satu, mulailah dengan memiliki sebuah MIMPI. Karena dengan bermimpi Anda dapat menciptakan ide bisnis yang luar biasa, hingga akhirnya ide bisnis tersebut diolah menjadi sebuah peluang usaha baru yang menguntungkan.

Bermodal dengan ide bisnis dari sebuah mimpi besar yang dimiliki, tahapan selanjutnya memulai usaha dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Tentukan gagasan bisnis yang akan dikembangkan. Sebaiknya sesuaikan usaha yang akan dibuka dengan kemampuan, minat atau bakat yang kita miliki, namun tanpa meninggalkan faktor peluang pasar yang ada pada masyarakat. Banyaknya pengusaha sukses, karena mereka memilih bidang usaha yang mereka sukai. Sehingga kita akan selalu berusaha mengembangkan bisnis yang kita miliki, dengan perasaan senang hati tanpa ada kejenuhan ataupun rasa bosan yang sering muncul. Selain itu dapat juga memulai usaha baru yang belum pernah ada di pasaran sehingga terkesan unik dan menarik, atau membuka usaha yang telah banyak dipasaran namun memiliki peluang pasar yang masih besar.
2. Buatlah visi dan misi usaha. Sebuah usaha harus memiliki visi serta misi yang jelas, sehingga tujuan dan langkah usaha tersebut dapat terkonsep dengan baik guna menunjang pengembangan usaha yang dibangun. Sekecil apapun usaha yang dimiliki, namun adanya tujuan usaha mempengaruhi kinerja serta hasil usaha yang akan diperoleh.
3. Action. Sebaik apapun ide bisnis yang kita miliki, tidak akan pernah menjadi usaha yang sukses jika kita tidak segera bertindak. Mulailah usaha yang Anda rencanakan dengan penuh keyakinan dan ketekunan, karena menjalankan sebuah usaha hingga mencapai kesuksesan membutuhkan perjuangan dan perjalanan yang cukup panjang dengan kerja keras yang harus dijalankan.
4. Selalu belajar dan lakukan pengamatan. Amati pengusaha yang telah sukses dengan bidang yang sama dengan kita, bila usaha kita tergolng baru amatilah strategi manajemen yang mereka gunakan. Hal penting lainnya yaitu perdalam pengetahuan mengenai semua hal yang berhubungan dengan bisnis yang kita jalankan, agar produk kita bisa lebih inovatif.
5. Hadapi, hayati serta nikmati hambatan atau kegagalan. Membangun sebuah usaha hingga sukses tidaklah mudah, adanya hambatan serta resiko kegagalan hampir selalu membayangi setiap usaha. Untuk itu sebaiknya kita harus selalu berpikiran positif terhadap hambatan serta kegagalan yang ada, karena dalam tiap kesulitan akan ada kemudahan jika kita mau bekerja keras. Tanpa kita sadari, dalam keadaan terdesak kreativitas seseorang akan meningkat untuk mencari solusi dari masalah yang ada. Oleh karena itu, hadapi, hayati serta nikmati hambatan usaha karena akan menguatkan mental usaha kita dan menambah kemampuan kita dalam membangun usaha. (Muhammad Burhanuddin Maulidhani/12.5A.14/12099864)

Peranan Informasi dalam Memecahkan Masalah

Setiap perusahaan maupun instansi pemerintahan tidak akan pernah luput dari masalah. Terutama masalah yang berhubungan dengan pengelolaan manajemen. Jika ditinjau dari kehidupan sehari-hari terjadinya masalah bisa disebabkan dari pihak internal maupun pihak eksternal. Banyak pihak yang menganggap bahwa masalah yang datangnya dari pihak eksternal lebih berbahaya sehingga di prioritaskan untuk segera diselesaikan, sedangkan masalah yang datangnya dari dalam (internal) tidak terlalu berbahaya. Inilah suatu pandangan yang salah dan bisa menyebabkan kehancuran dari sebuah perusahaan / instansi /organisasi. Karena masalah yang harus kita waspadai dan harus segera kita selesaikan adalah masalah yang datangnya dari internal. Kita lihat saja partai politik sekarang banyak yang pecah karena disebabkan masalah di dalam internalnya, perusahaan banyak yang bangkrut karena masalah yang datangnya dari dalam (internal).

Banyak yang mengatakan pemecahan masalah adalah aktivitas terpenting yang dilakukan seorang manajer merupakan suatu gambaran yang terlalu disederhanakan. Pekerjaan dalam menyelesaikan / memecahkan masalah jauh lebih rumit daripada hanya sekedar pemecahan masalah saja. Aktivitas-aktivitas lain, seperti komunikasi, juga sama pentingnya. Akan tetapi, aman jika dikatakan bahwa pemecahan masalah merupakan salah satu aktivitas utama yang sering kali menentukan berhasil atau tidaknya karier manajemen.

Pemecahan Masalah dan Pengambilan Keputusan

Hasil dari aktivitas pemecahan masalah adalah solusi. Memikirkan masalah sebagai sesuatu hal yang selalu buruk adalah suatu hal yang mudah untuk dilakukan, karena kita jarang mengartikan frase mengambil keuntungan dari sebuah situasi sama halnya dengan kita mengartikan frase memperbaiki sebuah situasi yang buruk. Kita akan memperhitungkan peraihan kesempatan ke dalam pemecahan masalah dengan mendefinisikan masalah (problem) sebagai suatu kondisi atau peristiwa yang merugikan atau memiliki potensi untuk merugikan bagi sebuah perusahaan atau yang menguntungkan atau memiliki potensi untuk menghasilkan keuntungan. Selama proses pemecahan masalah, manajer akan terlibat dalam pengambilan keputusan, yaitu tindakan memilih berbagai alternatif tindakan. Keputusan adalah tindakan tertentu yang dipilih. Biasanya, pemecahan satu masalah akan membutuhkan beberapa keputusan.

Tahapan-tahapan Pemecahan Masalah

Menurut Herbert A. Simon, pemecah masalah akan terlibat dalam empat hal:
a. Aktivitas Intelijen. Mencari kondisi-kondisi yang membutuhkan solusi di dalam lingkungan.
b. Aktivitas perancangan. Menemukan, mengembangkan, dan menganalisis kemungkinan-kemungkinan tindakan.
c. Aktivitas pemilihan. Memilih satu tindakan tertentu dari berbagai tindakan yang tersedia.
d. Akitivitas peninjauan. Menilai pilihan-pilihan masa lalu.

Untuk melakukan masing-masing aktivitas, pemecah masalah harus memiliki informasi. Sistem informasi, yang dikembangkan oleh pengguna (user) maupun spesialis informasi, akan memberikan informasi ini. Dikutip dari beberapa sumber. (Rahmat Darmawan/12.3A.24)

Sistem dalam Organisasi

Apa Itu Sistem
Sistem adalah sekumpulan unsur / elemen yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi dalam melakukan kegiatan bersama untuk mencapai suatu tujuan atau sistem ialah tata cara kerja yang saling berkaitan, dan bekerjasama membentuk suatu aktivitas atau mencapai suatu tujuan tertentu.

Batas Sistem (boundary)
Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara sistem yang satu dengan sistem lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Dengan adanya batas sistem ini maka sistem dapat membentuk suatu kesatuan, karena dengan batas sistem ini fungsi dan tugas dari subsistem yang satu dengan lainnya berbeda tetapi tetap saling berinteraksi. Dengan kata lain batas sistem ini merupakan ruang lingkup atau scope dari sistem / subsistem itu sendiri.

Organisasi sosial
adalah perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum, yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa dan negara. Sebagai makhluk yang selalu hidup bersama-sama, manusia membentuk organisasi sosial untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang tidak dapat mereka capai sendiri.
Alasan berorganisasi
Organisasi didirikan oleh sekelompok orang tentu memiliki alasan. Seorang pakar bernama Herbert G. Hicks mengemukakan dua alasan mengapa orang memilih untuk berorganisasi:
A. Alasan Sosial (social reason), sebagai “zoon politicon ” artinya mahluk yang hidup secara berkelompok, maka manusia akan merasa penting berorganisasi demi pergaulan maupun memenuhi kebutuhannya. Hal ini dapat kita temui pada organisasi-organisasi yang memiliki sasaran intelektual, atau ekonomi.
B. Alasan Materi (material reason), melalui bantuan organisasi manusia dapat melakukan tiga macam hal yang tidak mungkin dilakukannya sendiri yaitu: 1) Dapat memperbesar kemampuannya 2) Dapat menghemat waktu yang diperlukan untuk mencapai suatu sasaran, melalui bantuan sebuah organisasi. 3) Dapat menarik manfaat dari pengetahuan generasi-generasi sebelumnya yang telah dihimpun.

Tipe-tipe organisasi

Secara garis besar organisasi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu organisasi formal dan organisasi informal. Pembagian tersebut tergantung pada tingkat atau derajat mereka terstruktur. Namur dalam kenyataannya tidak ada sebuah organisasi formal maupun informal yang sempurna.

Organisasi Formal

Organisasi formal memiliki suatu struktur yang terumuskan dengan baik, yang menerangkan hubungan-hubungan otoritasnya, kekuasaan, akuntabilitas dan tanggung jawabnya. Struktur yang ada juga menerangkan bagaimana bentuk saluran-saluran melalui apa komunikasi berlangsung. Kemudian menunjukkan tugas-tugas terspesifikasi bagi masing-masing anggotanya. Hierarki sasaran organisasi formal dinyatakan secara eksplisit. Status, prestise, imbalan, pangkat dan jabatan, serta prasarat lainya terurutkan dengan baik dan terkendali. Selain itu organisasi formal tahan lama dan mereka terencana dan mengingat bahwa ditekankan mereka beraturan, maka mereka relatif bersifat tidak fleksibel. Contoh organisasi formal ádalah perusahaan besar, badan-badan pemerintah, dan universitas-universitas (J Winardi, 2003:9).

Organisasi informal

Keanggotaan pada organisasi-organisasi informal dapat dicapai baik secara sadar maupun tidak sadar, dan kerap kali sulit untuk menentukan waktu eksak seseorang menjadi anggota organisasi tersebut. Sifat eksak hubungan antar anggota dan bahkan tujuan organisasi yang bersangkutan tidak terspesifikasi. Contoh organisasi informal adalah pertemuan tidak resmi seperti makan malam bersama. Organisasi informal dapat dialihkan menjadi organisasi formal apabila hubungan didalamnya dan kegiatan yang dilakukan terstruktur dan terumuskan.
Jadi sangatlah penting sistem dalam organisasi, karena suatu organisasi tidak akan berjalan lancar tanpa adanya sistem. *Di kutip ulang dari beberapa sumber * (HERU SUSANTO/12105067/12.3A.24)

Siklus Hidup Sistem

Siklus hidup sistem (system life cycle – SLC) adalah proses evolusioner yang diikuti dalam menerapkan sistem atau subsistem informasi berbasis komputer. SLC sering disebut dengan pendekatan air terjun (waterfall approach) bagi pengembangan dan penggunaan sistem. Dilakukan dengan strategi Top-Down Design.

Istilah daur ulang (life cycle) pada suatu sistem digunakan untuk menjelaskan tahap-tahap yang utama, serta langkah – langkah dalam proses pengembangannya. Maka jelaslah daur hidup pada sistem engineering dan sistem informasi adalah sama, prinsip-prinsip umumnya juga sama dan dilakukan dengan benar dalam pengembangan sistem informasi.

Tahap siklus hidup sistem (system development life cycle) - SDLC, terdiri dari 5 tahap.

Tahap-tahap siklus hidup sistem, empat yang pertama dinamakan sisklus hidup pengembangan sistem (system development life cycle-SDLC). Tahap kelima, tahap penggunaannya yang berlangsung sampai waktunya untuk merancang sistem itu kembali.

Terdiri dari :

1. Tahap Perencanaan (Planning)

Pada tahap ini Langkah-langkah dalam perencanaan adalah:

· Menyadari masalah : kebutuhan adanya proyek yang biasa dirasakan oleh unsur-unsur dalam perusahaan

· Mendifinisikan masalah : setelah menemui masalah manajer mulai mendiskripsikan dan mencari solusinya.

· Menentukan tujuan sistem : mengembangkan suatu tujuan hingga menghasilkan sistem yang memuaskan.

· Mengidentifikasi kendala-kendala sistem.

· Membuat studi kelayakan : tinjauan yang akan mempengaruhi kemampuanuntuk mencapai suatu tujuan.

· Mempersiapkan usulan penelitian sistem.

· Menyetujui atau menolak penelitian proyek: sebagai penimbang pro dan kontra dari suatu proyek.

· Menetapkan mekanisme pengendalian

2.Tahap analisis(Analysis) : Penelitian sistem yang sudah ada untuk merancang sistem atau memperbaharui

Langkah-langkahnya: mengumumkan penelitian sistem, mengorganisasikan tim proyek, mendfinisikan kebutuhan pemakai, kriteria kinerja sistem, menyiapka usuan rancangan, membanding rancangan proyek.

3. Tahap Rancangan (Design) : penentuan proses dan data yang diperlukan oleh suatu sitem baru berbasis komputer sesuai dengan rancangan dan spesifikasi alat yang digunakan.Langkah-langkahnya : menyiapkan rancangan sistem yang terperinci,mengidentifikasi berbagai konfigurasi sistem, mengevaluasi berbagai alternatif kongfigurasi sistem,memilih konfigurasi yang terbaik,menyetujui usulan penerapan , pembanding penerapan sistem.

4. Tahap Penerapan (Implementation) : Memperoleh dan mengintegritaskan sumber daya fisik dan konseptual yang menghasilkan sistem yang bekerja. Tahap-tahapnya adalah: merencanakan dan mengumumkan penerapan, mendapatkan sumber daya perangkat keras dan peangkat lunak, menyiapakan database, fasilitas fisik, mendidik peserta dan pemakai, masuk ke sistem baru.

5. Tahap Penggunaan (Use) :Menggunakan sistem, Audit sistem, memelihara sistem.

*Diambil dari berbagai narasumber J *

Post by Niekmatul Hayati 12.3A.24 (12108167)

Perihal End User Computing (EUC)

End User Computing (EUC) adalah sistem informasi berbasis komputer yang secara langsung mendukung aplikasi operasional dan manajerial oleh end users. Dalam EUC sistem, end user menggunakan stasiun kerja mikrokomputer dan bermacam perangkat lunak untuk mendapatkan kembali informasi, pendukung keputusan dan pengembangan applikasi. Sebagai contoh pengguna dapat mengirim surat elektronik, menggerakan model analitik, atau membangun applikasi bisnis yang baru.

End User Computing (EUC) adalah sebuah konsep dalam rekayasa perangkat lunak yang mengacu kepada abtraksi dari kelompok orang-orang yang pada akhirnya akan mengoperasikan software(yaitu pengguna yang diharapkan atau target-user).
Abtraksi ini yang dimaksudkan untuk dapat berguna dalam informasi yang diyakini relavan dalam proyek tertentu.

End user dapat digolongkan menjadi empat tingkatan berdasarkan pengetahuannya antara lain:
1. Pemakai akhir tingkat menu (menu-level end-users).
2. Pemakai akhir tingkat perintah (command-level end-users).
3. Programer pemakai akhir (end-users programmers).
4. Personil pendukung fungsional (functional support personal).

End User Computing berkembang karena 4 (empat) alasan :
1. Meningkatkan pegetahuan komputer.
2. Antrian jasa informasi.
3. Perangkat keras yang murah.
4. Perangkat lunak jadi.

EUC juga memiliki beberapa manfaat diantaranya : pemindahan beban kerja, mengurangi kesenjangan komunikasi antar user dan spesialisasi informasi. Namun EUC memiliki resiko antara lain: sistem yang buruk sasarannya, sistem yang buruk rancangan dan dokumentasinya, pengguna daya informasinya tidak efisien, hilangnya integrasi data, hilangnya keamanan, hilangnya pengendalian.

Salah satu study pertama mengenai end-user dilakukan pada tahun 1993 John Rockart dari MIT dan Lauren S. Flannery, seorang mahasiswa jurusan MIT. mereka menginterview 200 end-users ditujuh perusahaan dan mengidentifikasi enam jenis yaitu :
1. End use non pemogramman : user ini hanya mempunyai pemahaman komputer yang sedikit atau mungkin tidak punya sama sekali, ia hanya menggunakan software yang telah dibuat oleh orang lain. Ia berkomunikasi dengan hardware dengan bantuan menu dan mengandalkan untuk memberikan bantuan teknis.
2. User tingkat perintah: user ini menggunakan software tertulis yang telah tersedia, namun ia juga menggunakan 4GL untuk mengakses database dan membuat laporan khusus.
3. Programmer end-user : selain menggunakan software tertulis dan 4GL, pemakai ini juga bisa menggunakan programnya sendiri dan menggunakan bahasa program. Ia biasanya menghasilkan informasi untuk pemakaian non-programan dan pemakai tingkat perintah. Contoh pemakaian jenis ini adalah aktuaris (penaksir), analis keuangan, dan insinyur.
4. Personil pendukung functional : pemakai ini ditugaskan di unit fungsional perusahaan dan menangani penggunaan komputer. Ia mempunyai tingkatan sebagai ahli seperti yang ada di unit pelayanan informasi.
5. Personel pendukung komputerisasi End-User : spesialis komputer ini ditugaskan di unit pelayanan informasi, namun membantu end-user dalam membangun sistem.
6. Programmer DP : golongan programmer khusus : yang ditugaskan di pelayanan informasi untuk memberikan dukungan kepada end-user. Dukungan ini biasanya diberikan untuk menentukan harga kontrak.

End-user memberikan keuntungan baik kepada perusahaan maupun pemakai. Pertama, perusahaan akan memperoleh keuntungan dengan memindahkan beberapa muatan kerja dari bagian pelayanan informasi kepada end-user. hal ini memungkinkan bagian pelayanan informasi untuk mengembangkan sistem organisasional yang mungkin lebih menjadi muatan kerja yang menumpuk selama beberapa bulan atau tahun. Ia juga memungkinkannya lebih mempunyai waktu untuk memelihara sistem yang telah berada pada komputer.
Kedua, tidak diikutsertakannya spesialis informasi dalam proses pengembangan bisa mengatasi masalah yang telah mengganggu pengimplementasian sepanjang era komputer yaitu komunikasi. Para pemakai memahami kebutuhannya sendiri dengan lebih baik dari pada orang lain, maka ketika mengembangkan sistem mereka sendiri, mereka mungkin akan lebih puas dengan hasilnya. mereka juga mempunyai perasaan memiliki "ini adalah sistem saya".

Hasil akhir dari kedua keuntungan tersebut adalah bahwa akan tercapainya tingkat ketrampilan pengguna komputer yang lebih tinggi. sedangkan keuntungan yang paling penting adalah dalam dukungan kebutuhan pemakai dalam memecahkan masalah dan sistem memberikan apa yang dibutuhkan oleh pemakai.

*Dikutip ulang dari beberapa sumber *

(Imam syaukoni/12105035/12.3A.24)



Sabtu, 10 Desember 2011

Perlunya Sistem Informasi Manajemen

Dalam era globalisasi dan era Informasi ini, perkembangan dan terobosan dibidang teknologi sangatlah pesat. Pola fikir masyarakat pun sudah mulai maju dan modern, diiringi aplikasi teknologi informasi yang semakin beragam.Sehingga setiap masyarakat dapat dengan mudah mendapatkan informasi. Dan informasi ini pun tidak hanya dimanfaatkan oleh masyarakat individu saja, bahkan instansi swasta, pemerintah dan negara pun dapat memanfaatkannya.

Salah satu "produk" perkembangan tersebut adalah tumbuhnya disiplin ilmiah baru yang dikenal dengan istilah"Informatika".

Informatika merupakan disiplin ilmu yang mempelajari transformasi fakta berlambang yaitu data maupun informasi pada mesin berbasis komputasi. Disiplin ilmu ini mencakup beberapa macam bidang, termasuk di dalamnya: ilmu komputer, ilmu informasi, sistem informasi, teknik komputer dan aplikasi informasi dalam sistem informasi manajemen. Dengan kata lain Informatika adalah ilmu yang mempelajari tentang perangkat(bisa sistem atau alat) yang dapat menghasilkan dan mendristribusikan"Informasi". Jadi kata kunci pertama pada definisi ini adalah kata : informasi, makanya disebut informatika.

Pentingnya informasi sebagai suatu sumber daya organisasi yang strategis, menunjukan bahwa perkembangan dan terobosan teknologi informasi akan terus berlanjut dimasa depan. Danitu merupakan salah satu ujian bagi kemahiran dan keandalan manajemen dimasa depan dengan memanfaatkan perkembangan teknologi tersebut.

Seiring dengan semakin kompleksnya permasalahan manajemen dari mulai proses rekrutmen SDM,
perancangan sistem pemasaran, keuangan, organisasi dan lain-lain. Manajer dan pihak-pihak yang berkepentingan dituntut untuk mengambil keputusan secara cepat dan tepat. Maka dari itulah diperlukannya Sistem Informasi Manajemen
. Supaya informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi dapat berguna bagi manajamen, maka analis sistem harus mengetahui kebutuhan-kebutuhan informasi yang dibutuhkannya, yaitu dengan mengetahui kegiatan-kegiatan untuk masing-masing tingkat (level) manajemen dan tipe keputusan yang diambilnya. Berdasarkan pada uraian di atas, maka terlihat bahwa tujuan dibentuknya Sistem Informasi Manajemen atau SIM adalah supaya organisasi memiliki informasi yang bermanfaat dalam pembuatan keputusan manajemen, baik yang meyangkut keputusan-keputusan rutin maupun keputusan-keputusan yang strategis.
(Ahmad Fahlurozi/12106998/12.3A.24)

Data Dan Informasi

Perbedaan data dan informasi
Data merupakan hasil pengamatan langsung terhadap suatu kejadian atau suatu keadaan, ia merupakan entitas yang dilengkapi dengan nilai tertentu mencakup fakta dan angka-angka yang relative tidak berarti, yang diubah menjadi informasi oleh suatu pengolah informasi.
Informasi merupakan kumpulan data yang terstruktur untuk memperlihatkan adanya hubungan antar entitas. Informasi memiliki arti bagi pemiliknya. Pengolah informasi menyediakan informasi dalam bentuk lisan maupun tertulis. Informasi berasal dari sumber-sumber internal maupun lingkungan dan digunakan untuk membuat keputusan untukmemecahkan masalah.

Kamis, 08 Desember 2011

Type Manusia Menurut Al-Qur'an

Al-Quran telah mengklasifikasikan manusia menjadi tiga macam / type. Type yang Pertama, adalah orang-orang yang beriman. Mereka ini adalah golongan manusia yang meyakini tentang keberadaan Allah dengan seyakin-yakinnya. Tidak cukup itu saja, untuk membuktikan keimanan yang bersemayam di dalam hati tersebut, merekapun mengikrarkannya dengan lisan, kemudian mewujudkannya dengan paraktek-praktek ibadah yang mereka lakukan setiap harinya.

Itulah ciri iman (attashdiqu bilqalbi wattaqriru billisani wal’amalu biljawarih/arkani). Keimanan seseorang akan sempurna ketika ketiga unsur ini benar-benar diaplikasikan. Begitupun sebaliknya, ketika salah satunya tidak terlaksana, maka dia belum termasuk al-mukminu al-haqiqiyyu (mukmin yang sejati)

Untuk golongan pertama ini, Allah menjamin bahwa tempat mereka diakhirat kelak adalah surga. Firman-Nya: “sesungguhnya, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka adalah sebaik-baik makhluk. Balasan mereka di sisi Tuhan mereka adalah surga ‘adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai….(Al-Byyinah: 7-8)

Type yang Kedua, adalah orang-orang kafir, yaitu orang-orang yang ingkar akan keberadaan Allah. Jangankan untuk menjalankan perintah-perintah-Nya, sekedar untuk mempercayai-Nya saja, mereka enggan. Mereka justru mengejek orang-orang yang beriman, dan mengatakan bahwa mereka adalah orang-orang yang bodoh, yang tidak berilmu. Demikianlah predikat yang diberikan oleh mereka kepada orang-orang yang beriman. Namun ingatlah, tuduhan-tuduhan tersebut telah dibantah Allah melalui firman-Nya: “dengan karunia Tuhanmu engkau (Muhammad) bukan orang gila” (Al-Qalam: 2).

Untuk golongan ini, tiadalah tempat kembali mereka di akhirat kelak, kecuali neraka jahannam. Itu sesuai dengan keterangan Allah dalam Al-Quran,“sesungguhnya, orang-orang kafir dari golongan ahli kitab dan orang-orang musrik (akan masuk) ke neraka jahannam; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Mereka itu adalah sejahat-jahat makhluk.” (Al-Bayyinah: 6)

Adapun Type yang Ketiga, adalah golongan orang-orang munafik, yaitu mereka yang secara dzahir menampakkan keimanan mereka di hadapan orang-orang mukmin, namun, batin mereka, hati mereka sebenarnya mengingkari hal tersebut.

Karena perilaku mereka ini mencerminkan orang-orang beriman, maka untuk mendeteksi keberadaan mereka ini relatif sulit. Kitapun dilarang untuk menjastifikasi seseorang sebagai orang munafik, sebab manusia hanya diperbolehkan untuk menghukumi sesuatu sesuai dengan apa yang nampak (dzahir). Adapun di luar itu (bathin) adalah urusan Allah. 

Al-Quran dan As-Sunnah hanya memberikan cirri-ciri tentang mereka. Dan  salah satu dari pada ciri orang munafik ialah ketika mereka mengerjakan shalat, maka mereka mengerjakanya dengan malas-malasan. Sedang di dalam hadits, Rasulullah SAW menerangkan, bahwa cirri-ciri mereka itu ada tiga, pertama, ketika ia berjanji, ia mengingkari. Ketika berbicara, ia berduasta. Dan yang terakhir, ketika ia dipercaya, maka ia berhianat. 

Untuk golongan yang terakhir ini, tempat kembali mereka di akhirat kelak, sama dengan kelompok yang kedua, yaitu neraka, karena kalau ditinjau dari segi keimanan, mereka masih termasuk orang-orang kafir. Firman Allah,“(bujukan orang-orang munafik itu) seperti (bujukan) setan ketika ia berkata pada manusia “kifirlah kamu!” kemudian ketika manusia itu menjadi kafir ia berkata, “sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu, karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan semesta alam”. Maka kesudahan bagi keduanya, bahwa keduanya masuk ke dalam neraka, kekal di dalamnya. Demikianlah balasan bagi orang-orang dzolim” (Al-Hasyr: 16-17)

Marilah kita senantiasa berdo’a kepada Allah, mudah-mudahan kita senantiasa dimasukkan ke dalam golongan ini sampai akhir hayat kita. Sehingga, kelak ketika kita menghadap-Nya, kita menghadap dengan jiwa yang tenang, jiwa yang telah dijanjikan dengan syurga. “Wahai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhainya. Maka masuklah kedalam golongan hamba-hamba-Ku. Dan masuklah ke dalam syurga-Ku. (Al-Fajr: 27-30). Wallau ‘alam bis shawab.

Selasa, 06 Desember 2011

Pentingnya Pencatatan Keuangan


Dalam kehidupan sehari-hari sesungguhnya kita telah menggunakan jasa akuntansi. Tanpa terasa kita telah melakukan hal-hal yang berkaitan dengan proses akuntansi. Akuntansi menghasilkan informasi yang berguna baik bagi pihak-pihak yang menyelenggarakannya maupun pihak-pihak luar. Kegunaan tersebut terutama berkaitan dengan proses pengambilan keputusan dan pertanggungjawaban. Akuntansi merupakan sebuah media yang berfungsi sebagai sarana komunikasi, oleh karenanya sering disebut sebagai “bahasan bisnis” (business language).

Akuntansi berguna bagi seorang ibu rumah tangga untuk mengetahui seberapa besar dia mempunyai kemampuan untuk membelanjakan barang-barang yang diperlukan dan apa saja barang yang harus dibeli untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Akuntansi juga berguna bagi pemilik warteg untuk mengetahui harga pokok makanan yang sudah dibuat kemudian menentukan keputusan mengenai harga makanan per porsi, mengetahui siapa saja yang masih memiliki hutang kemudian dia mengambil keputusan apakah akan memberikan hutang baru kepada para pelanggannya.

Dalam sebuah perusahaan besar tentu saja informasi yang diperlukan sangat banyak dan bervariasi. Seorang manajer penjualan tentu ingin mengetahui target-target selama ini terpenuhi atau tidak, agar ia dapat mengambil keputusan apakah akan meningkatkan promosi penjualan dan lain-lain. Seorang manajer produksi ingin mengetahui harga pokok produksi sebuah produk baru yang akan dihasilkan untuk mengambil keputusan apakah produk baru perlu diteruskan atau tidak.

Definisi Akuntansi
American Accounting Association mendefinisikan akuntansi sebagai[1] “….proses mengidentifikasi, mengukur dan melaporkan informasi ekonomi, untuk memungkinkan adanya penilaian dan keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut”. Definisi akuntansi sering dapat dirumuskan dalam dua sudut pandang, yaitu definisi dari sudut pemakai jasa akuntansi, dan dari sudut proses kegiatan.

Definisi Pemakai
Ditinjau dari sisi pemakainya, akuntansi dapat didefinisikan sebagai “suatu disiplin yang menyediakan informasi yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan secara efisien dan mengevaluasi kegiatan-kegiatan suatu organisasi”.

Informasi yang dihasilkan oleh akuntansi akan digunakan untuk: (1) membuat perencanaan yang efektif, pengawasan dan pengambilan keputusan oleh manajemen, dan (2) sebagai pertanggungjawaban organisasi kepada para investor, kreditur, badan pemerintah dan sebagainya.

Definisi Proses Kegiatan
Sedangkan apabila ditinjau dari sisi kegiatannya, akuntansi dapat didefinisikan sebagai “proses pencatatan, penggolongan, peringkasan, pelaporan dan penganalisisan data keuangan suatu organisasi”.


[1] SR, Soemarso. 2004. Akuntansi Suatu Pengantar Buku 1. Jakarta : Penerbit Salemba Empat. Hlm.3