Kamis, 16 Januari 2014

Klasifikasi Sistem Menurut Sifat

Sebelum saya akan menerangkan apa itu sistem ??? menurut saya sistem adalah suatu atau beberapa elemen yang saling bekerja sama satu sama lain untuk mencapai tujuan tertentu,satu elemen dan elemen yang lainnya saling berkaitan dan membutuhkan (simbiosis mutualisme). Jika salah satu elemen rusak  atau tidak berfungsi sebagai mana mestinya,maka sistem tersebut akan terganggu fungsinya. Jadi dengan kata lain, jika suatu elemen bermasalah maka elemen lain yang terhubung dengannya akan juga bermasalah dan juga sistemnya.
DEFINISI SISTEM. Sistem adalah kumpulan dari elemen – elemen yang beriteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Contoh : Sistem komputer terdiri dari sofware,hardware dan brainware, sistem akutansi
Syarat – syarat sistem :
1.      Sistem dibentuk untuk menyelesaikan masalah
2.      Elemen sistem harus mempunyai rencana  yang harus ditetapkan
3.      Adanya hubungan antara elemen sistem
4.      Tujuan organisasi lebih pentih dari pada tujuan elemen
Pemagian sistem menurut sifatnya
1.      Sistem Abstrak dan sistem fisik
Sistem abstrak (abstract system ) adalah sistem yang berisi gagasan atau konsep, misal nya sistem teologi yang berisi gagasan tenteng hubungan manusia dan tuhan.
Sistem fisik (physical system) adalah sistem yang secara fisik dapat dilihat misalnya sistem komputer, sistem sekolah, sistem akutansi dan sistem transportasi
2.      Sistem Deterministik dan sistem probabilistik
Sistem Deterministik (deterministik system ) adalah suatu sistem yang operasinya dapat diprediksi secara tepat
Misalnya : sistem komputer
Sistem probabilistik (probabilistic sytem ) adalah sistem yang tidak dapat diramal dengan pasti karena mengandung unsur probabilitas
Misalnya : sistem arisan dan sistem sediaan, kebutuhan rata – rata dan waktu untuk memulihkan jumlah sediaan dapat ditentukan tetapi nilai yang tepat sesaat tidak dapat ditentukan dengan pasti
3.      Sistem tertutup dan sistem terbuka
Sistem tertutup ( closed system ) adalah sistem yang tidak bertukar materi,informasi, atau energi dengan lingkungan, dengan kata lain sistem ini tidak beriteraksi dan tidak dipengaruhi oleh lingkungan
Misalnya : Reaksi kimia dalam tabung yang terisolasi
Sistem terbuka ( open sytem ) adalah sistem yang berhubungan dengan lingkungan  dan dipengaruhi oleh lingkungan
Misalnya : sistem perusahaan dagang
4.      Sistem Alamiah dan Sistem buatan manusia
Sistem Alamiah ( Natural system ) adalah sistem yang terjadi karena alam
Misalnya : Sistem tata surya
Sistem buatan manusia (human made sytem ) adalah sistem yang dibuat oleh manusia. Misalnya : Sistem komputer
5.      Sistem sederhana dan sitem kompleks
Berdasarkan tingkat kerumitannya sistem dibedakan menjadi sistem sederhana
Misalnya : sepeda, dan sistem kompleks misalnya otak manusia

Karakteristik Sistem
a.      Oranisasasi. Mencakup struktur dan fungsi organisasi
b.      Interaksi. Saling berhubungan antara bagian satu dengan yang lain
c.       Interdependensi. Bagian yang satu mempunyai ketergantungan dengan bagian yang lain
d.      Integrasi. Suatu keterpaduan antara subsistem – subsistem untuk mencapai tujuan
e.      Tujuan pokok. Pemusatan tujuan yang sama dari masing-masing sub-sistem

Prinsip pengembangan sistem
1.      Sistem yang dikembangkan adalah untuk manajemen
2.      Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal yang besar
a.      Semua alternatif yang ada harus diinvestigasi
b.      Investasi yang baik harus bernilai
3.      Sistem yang dikembangkan memerlukan orang yang terdidik
4.      Tahapan tugas – tugas yang harus dilakukan dalam proses pengembangan sistem
5.      Proses pengembangan sistem tidak harus urut
6.      Jangan takut membatalkan proyek

 (JOKO SUPRIYANTO/12125066/12.3E.24)

Sistem Pendukung Keputusan (DSS)

Sistem pendukung keputusan (SPK/DSS), adalah sebuah sistem yang mampu memberikan kemampuan pemecahan masalah maupun kemampuan pengkomunikasian untuk masalah dengan kondisi semi terstruktur dan tak terstruktur. Sistem ini digunakan untuk membantu pengambilan keputusan dalam situasi semi terstruktur dan situasi yang tidak terstruktur, dimana tak seorangpun tahu secara pasti bagaimana keputusan seharusnya dibuat (Turban, 2001).

SPK bertujuan untuk menyediakan informasi, membimbing, memberikan prediksi serta mengarahkan kepada pengguna informasi agar dapat melakukan pengambilan keputusan dengan lebih baik.

SPK merupakan implementasi teori-teori pengambilan keputusan yang telah diperkenalkan oleh ilmu-ilmu seperti operation research dan menegement science, hanya bedanya adalah bahwa jika dahulu untuk mencari penyelesaian masalah yang dihadapi harus dilakukan perhitungan iterasi secara manual (biasanya untuk mencari nilai minimum, maksimum, atau optimum), saat ini computer PC telah menawarkan kemampuannya untuk menyelesaikan persoalan yang sama dalam waktu relatif singkat.

Sprague dan Watson mendefinisikan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) sebagai sistem yang memiliki lima karakteristik utama yaitu (Sprague et.al, 1993):
1. Sistem yang berbasis komputer. Dipergunakan untuk membantu para pengambil keputusan Untuk memecahkan masalah-masalah rumit yang mustahil dilakukan dengan kalkulasi manual 
2. Melalui cara simulasi yang interaktif. Dimana data dan model analisis sebaai komponen utama.

Komponen Sistem Pendukung Keputusan
Secara umum Sistem Pendukung Keputusan dibangun oleh tiga komponen besar yaitudatabase Management, Model Base dan Software System/User Interface.
a. Database Management
Merupakan subsistem data yang terorganisasi dalam suatu basis data. Data yang merupakan suatu sistem pendukung keputusan dapat berasal dari luar maupun dalam lingkungan. Untuk keperluan SPK, diperlukan data yang relevan dengan permasalahan yang hendak dipecahkan melalui simulasi.

b. Model Base
Merupakan suatu model yang merepresentasikan permasalahan kedalam format kuantitatif (model matematika sebagai contohnya) sebagai dasar simulasi atau pengambilan keputusan
c. User Interfase / Pengelolaan Dialog
Terkadang disebut sebagai subsistem dialog, merupakan penggabungan antara dua komponen sebelumnya yaitu Database management dan Model Base yang disatukan dalam komponen ketiga (user interface), setelah sebelumnya dipresentasikan dalam bentuk model yang dimengerti computer. User Interface menampilkan keluaran sistem bagi pemakai dan menerima masukan dari pemakai kedalam Sistem Pendukung Keputusan.

Manfaat Sistem Pendukung Keputusan
SPK dapat memberikan berbagai manfaat dan keuntungan. Manfaat yang dapat diambil dari SPK adalah :
1. SPK memperluas kemampuan pengambil keputusan dalam memproses data / informasi bagi pemakainya. 
2. SPK membantu pengambil keputusan untuk memecahkan masalah terutama barbagai masalah yang sangat kompleks dan tidak terstruktur. 
3. SPK dapat menghasilkan solusi dengan lebih cepat serta hasilnya dapat diandalkan. 
Walaupun suatu SPK mungkin saja tidak mampu memecahkan masalah yang dihadapi oleh pengambil keputusan, namun dia dapat menjadi stimulan bagi pengambil keputusan dalam memahami persoalannya,karena mampu menyajikan berbagai alternatif pemecahan.


Bagaimana Manajer Mengambil Keputusan

Sebelum kita mengetahui bagaimana cara seorang Manager mengambil keputusan, kita cari tahu dahulu mengapa seorang Manager harus mengambil keputusan? Dalam manajemen, pengambilan keputusan (decision making) memegang peranan penting karena keputusan yang diambil oleh manajer merupakan hasil pemikiran akhir yang harus dilaksanakan oleh bawahannya atau organisasi yang ia pimpin. Keputusan manajer sangat penting karena menyagkut semua aspek. Kesalahan dalam mengambil keputusan bisa merugikan organisasi, mulai dari kerugian citra sampai pada kerugian uang. Pengambilan keputusan adalah suatu proses pemikiran dalam pemecahan masalah untuk memperoleh hasil yang akan dilaksanakan. Ada masalah yang mudah diselesaikan ada pula masalah yang sulit, tergantung besarnya masalah dan luasnya dengan beberapa faktor.

Pembuatan keputusan ini bertujuan mengatasi atau memecahkan masalah yang bersangkuatan sehingga usaha pencapaiian tujuan yang dimaksud dapat dilaksanakan secara baik dan efektif. Apa yang membuat seorang manajer lebih dari yang biasa-biasa adalah saat pengambilan keputusan atas dasar kemampuannya. Pentingnya pengambilan keputusan dalam manajemen atau bidang lain dari usaha manusia tidak dapat dianggap remeh. Seorang manajer adalah pemimpin bagi pegawai lainnya. Maka dari itu seorang manajer harus bisa menjadi pemimpin. Kepemimpinan adalah salah satu tugas terberat, karena seorang pemimpin membuat keputusan untuk semua pengikutnya. Nasib semua orang tergantung pada keputusan yang dibuat oleh pemimpin mereka. Dia harus memilih apa yang terbaik untuk semua pengikutnya dan kemudian dirinya sendiri.

Terdapat 3 Cara Manajer Membuat Keputusan
1.      Membuat Keputusan : RASIONALITAS
Asumsi Rasionalitas, pembuat keputusan yang rasional akan sangat objektif dan logis.
2.      Pembuat Keputusan : RASIONALITAS TERIKAT
Pendekatan yang lebih realistik untuk menjelaskan bagaimana manajer membuat keputusan adalah konsep rasionalitas terikat, yang menyatakan bahwa manajer membuat keputusan yang rasional namun terbatas (terikat) oleh kemampuannya memproses informasi.
3.      Pembuat Keputusan : PERANAN INTUISI
Pembuatan keputusan intuisi adalah pembuat keputusan yang didasarkan pada pengalaman, perasaan, dan akumulasi pertimbangan.

Proses Pembuatan Keputusan
Ø  Proses pembuatan keputusan
-     Mengenali sebuah masalah,kriteria keputusan dan bobot dari kriteria keputusan tersebut.
-      Mengembangkan,menganalisa,memilih sebuah alternatif yang dapat mennyelesaikan masalah tersebut..
-      Menerapkan pilihan alternatif tersebut.
-     Mengevaluasi ketidakefektifan keputusan tersebut.
Ø  Proses pengambilan keputusan
1. mengenali suatu masalah.
2. Mengidentifikasi kritia keputusan.
3. Mengalokasikan berat criteria.
4. Menyusun alternative.
5. Menganalisis alternative.
6. Memilih sebuah alternative.
7. Mengimplementasikan Alternatif Terpilih.
8. Mengevaluasi keefektifan keputusan.
Ø  Pengambilan keputusan.
• Rasionalitas
ü  Manager konsisten, memaksimalkan nilai pilihan dengan desakan khusus.
ü  Asumsi Pengambil keputusan:
1.    Sangat rasional, objektif, dan logis.
2.     Secara hati-hati mendefinisikan masalah dan mengidentifikasi semua alternative.
3.     Mempunyai tujuan yang jelas dan spesifik.
4.    Akan memilih alternatif yang akan memaksimalkan hasil untuk kepentingan organisasi daripada kepentingan diri sendiri.
Asumsi Rasionalitas
Ø  Rasionalitas yang terbatas
Hal yang dihindari dalam mengambil keputusan
·         Manager membuat keputusan yang rasional tetapi terbatas oleh kemampuan mereka untuk memproses informasi
·          Asumsi Pengambil keputusan
·         Tidak akan mencari atau mempunyai pengetahuan alternatif-alternatif
·          Puas dengan Alternatif pertama yang dapat menyelesaikan masalah dari pada memaksimalkan hasil dari keputusan mereka dengan mempertimbangkan semua alternatif dan memilih yang terbaik.
Ø  Pengaruh dalam pengambilan keputusan
• Perluasan Komitmen
   Meningkatkan atau melanjutkan komitmen yang terdahulu walaupun keputusan itu   bisa saja salah
• Peran Intuisi
 Pengambilan keputusan secara intuitif
 Keputusan dibuat berdasarkan pengalaman, perasaan dan keadilan yang terkumpul
Keadaan pengambilan keputusan
• Kepastian
 Situasi ideal dimana manajer dapat membuat sebuah keputusan yang akurat karena hasil keluaran dari setiap pemilihan alternatif dapat diketahui.
• Resiko
 Keadaan dimana manajer dapat mengestimasi kemungkinan (probabilitas) dari hasil keluaran yang dihasilkan dari pemilihan beberapa alternatif.
Gaya Pengambilan Keputusan
• Dimensi dari Gaya Pengambilan Keputusan
Ø  Cara Berpikir
Rasional, Teratur, dan Konsisten
Intuitif, Kreatif dan Unik
Toleransi Terhadap Ambiguitas
 Toleransi Rendah: membutuhkan konsistensi dan keteraturan
Toleransi Tinggi: mampu memproses banyak pemikiran sekaligus
Ø  Karakteristik dari suatu Proses Pengambilan Keputusan Secara Efektif
• Fokus terhadap apa yang lebih penting. Logis dan Konsisten.
• Mengakui antara pemikiran yang subjective and objective and mencampur analitik dengan pemikiran intuitif.
• Hanya membutuhkan informasi dan analisa seperti halnya diperlukan untuk memecahkan dilema tertentu.
• Mendorong dan memandu pengumpulan informasi yang relevan dan memberi tahu pendapat.
• Langsung, dapat dipercaya, mudah untuk menggunakan, dan fleksibel.

Referensi:
(RIZKY AMELIA/12124246/12.3E.24)

Rabu, 15 Januari 2014

Sistem Informasi Manufaktur

Definisi. Manufaktur, dalam arti yang paling luas, adalah proses merubah bahan baku menjadi produk. Proses ini meliputi:perancangan produk, pemilihan material dan tahap‐tahap proses. Dimana produk tersebut dibuat. Definisi manufaktur secara umum adalah suatu aktifitas yang kompleks yang melibatkan berbagai variasi sumberdaya dan aktifitas perancangan produk, pembelian, pemasaran, mesin dan perkakas, manufacturing, penjualan, perancangan proses, production control, pengiriman material, support service, dan customer service.

Sistem Informasi Manufaktur adalah suatu sistem berbasis komputer yang bekerja dalam hubungannya dengan sistem informasi fungsional lainnya untuk mendukung manajemen perusahaan dalam pemecahan masalah yang berhubungan dengan manufaktur produk perusahaan yang pada dasarnya tetap bertumpu pada input, proses dan output. Sistem ini digunakan untuk mendukung fungsi produksi yang meliputi seluruh kegiatan yang terkait dengan perencanaan dan pengendalian proses untuk memproduksi barang atau jasa
Ruang lingkup sistem informasi manufaktur meliputi Sistem perencanaan manufaktur, Rencana produksi, Rencana tenaga kerja, Rencana kebutuhan bahan baku dan Sistem pengendalian manufaktur.

Manfaat
Manfaat digunakannya sistem informasi manufaktur di dalam perusahaan adalah sebagai berikut :
1.       Hasil produksi perusahaan lebih cepat dan tepat waktu karena sistem informasi manufaktur menggunakan komputer sebagai alat prosesnya.
2.       Perusahaan lebih cepat memperoleh informasi yang akurat dan terpercaya.
3.       Arsip lebih terstruktur karena menggunakan sistem database
4.       Sistem informasi manufaktur yang berupa fisik robotik, hasil produksi semakin cepat, tepat dan berkurangnya jumlah sisa bahan yang tidak terpakai.

Input data berupa data internal dan data eksternal, data internal merupakan data intern sistem keseluruhan yang mendukung proses pengolahan data menjadi informasi yang berguna. Data ini meliputi sumber daya manusia (SDM), material, mesin, dan hal lainnya yang mendukung Sistem Informasi Manufaktur 2. Proses secara keseluruhan seperti transportasi, spesifikasi kualitas material, frekuensi perawatan, dan lain‐lain. Data Eksternal perusahaan merupakan data yang berasal dari luar perusahaan (environment) yang mendukung proses pengolahan data menjadi informasi yang berguna untuk perhitungan cost dalam manufaktur mulai dari awal hingga akhir proses. Contoh data eksternal adalah data pemasok (supplier), kebijakan pemerintah tentang UMR, listrik, dll.

Sistem Informasi Sumber Daya Manusia (SISDM/HRIS)
Setiap organisasi khususnya perusahaan memerlukan data yang bersifat riil dari setiap tingkatan manajemennya. Data tersebut disusun dan dikelola dalam sebuah sistem informasi. Salah satu sistem informasi terpenting pada perusahaan adalah mengenai Sistem Informasi Sumber Daya Manusia/Human Resourches Information System (SISDM/HRIS).

Definisi HRIS
Human Resources Information System (HRIS) adalah program aplikasi komputer yang
mengorganisir tatakelola dan tatalaksana manajemen SDM di perusahaan guna
mendukung proses pengambilan keputusan atau biasa disebut dengan Decision
Support System dengan menyediakan berbagai informasi yang diperlukan. Pengertian menurut wikipedia.com, yang dimaksud HRIS adalah sebuah bentuk interseksi/pertemuan antara bidang ilmu manajemen sumber daya manusia (MSDM) dan teknologi informasi. sistem ini menggabungkan MSDM sebagai suatu disiplin yang utamanya mengaplikasikan bidang teknologi informasi ke dalam aktivitas-aktivitas
MSDM seperti dalam hal perencanaan, dan menyusun sistem pemrosesan data dalam serangkaian langkah-langkah yang terstandarisasi dan terangkum dalam aplikasi perencanaan sumber daya perusahaan/enterprise resource planning (ERP). Secara keseluruhan sistem ERP bertujuan mengintegrasikan informasi yang diperoleh dari aplikasi-aplikasi yang berbeda ke dalam satu sistem basisdata yang bersifat universal.

Keterkaitan dari modul kalkulasi finansial dan modul MSDM melalui satu basisdata yang sama merupakan hal yang sangat penting yang membedakannya dengan bentuk aplikasi lain yang pernah dibuat sebelumnya, menjadikan aplikasi ini lebih fleksibel namun juga lebih kaku dengan aturan-aturannya. 
Karakteristik informasi yang dipersiapakan dalam Sistem Informasi Sumberdaya Manusia adalah:
· Timely (tepat waktu)
· Accurate (akurat)
· Concise (ringkas)
· Relevant (relevan)
· Complete (lengkap)
Manajer dalam suatu perusahaan memerlukan informasi yang memiliki karakteritik di atas dalam rangka mengambil suatu keputusan (decision making).
(Abdul Gani/12129414/12.3E.24)

Personil dan Pengembangan Sistem Operasi

Di dalam sebuah komputer sistem operasi sangatlah penting karena jika tidak ada sistem operasi komputer sama saja halnya sebuah rongsokan yang tidak bisa dipakai.  Sistem operasi sendiri (operating system) adalah perangkat lunak sistem yang bertugas untuk melakukan kontrol dan manajemen perangkat keras serta operasi-operasi dasar sistem, termasuk menjalankan software aplikasi seperti program-program pengolah kata dan browser web.

Sistem operasi merupakan sebuah penghubung antara pengguna dari computer dengan perangkat keras komputer. Sebelum ada sistem operasi, orang hanya mengunakan komputer dengan menggunakan sinyal analog dan sinyal digital. Seiring dengan berkembangnya pengetahuan dan teknologi, pada saat ini terdapat berbagai sistem operasi dengan keunggulan masing-masing.

Sistem Operasi atau dalam bahasa Inggrisnya disebut Operating System (OS) adalah seperangkat program yang mengelola sumber daya perangkat keras (hardware) komputer, dan menyediakan layanan umum untuk aplikasi perangkat lunak (software). Sistem operasi adalah jenis yang paling penting dari perangkat lunak sistem dalam sistem komputer. Tanpa sistem operasi, pengguna tidak dapat menjalankan program aplikasi pada komputer mereka, kecuali program aplikasi booting.

Sistem operasi mempunyai penjadwalan yang sistematis mencakup perhitungan penggunaan memori, pemrosesan data, penyimpanan data, dan sumber daya lainnya. Secara umum, Sistem Operasi adalah software pada lapisan pertama yang ditaruh pada memori komputer pada saat komputer dinyalakan. Sedangkan software-software lainnya dijalankan setelah Sistem Operasi berjalan, dan Sistem Operasi akan melakukan layanan inti umum untuk software-software itu. Layanan inti umum tersebut seperti akses ke disk, manajemen memori, skedulingtask, dan antar-muka user. Sehingga masing-masing software tidak perlu lagi melakukan tugas-tugas inti umum tersebut, karena dapat dilayani dan dilakukan oleh Sistem Operasi. Bagian kode yang melakukan tugas-tugas inti dan umum tersebut dinamakan dengan “kernel” suatu Sistem Operasi.

Pada pertengahan 60-an, sistem operasi pertama yang dapat digunakan pada semua komputer adalah OS/360 dari IBM. OS/360 merupakan sistem pertama yang mensyaratkan sebuah mass storage, seperti harddisk. Pada akhir 60-an muncul prototipe untuk semua sistem operasi yang ada saat ini, yaitu Unix. Selain windows, semua sistem operasi yang ada seperti Linux, Mac OS X atau Solaris lahir dari Unix. Selama fase perkembangan bertahun-tahun, Unix melakukan banyak pembaruan yang sudah kita kenal saat ini, yaitu file system, yang secara hierarkis terbagi dalam direktori-direktori, sebuah kernel untuk mengakses hardware melalui device driver, memory virtualization beserta konsep file.

Sistem Operasi untuk komputer :

1. UNIX
UNIX adalah sebuah sistem operasi komputer yang diawali dari project Multics (Multiplexed Information and Computing Service) pada tahun 1965 yang dilakukan American Telephone and Telegraph AT&T, General Electric (GE), dan Institut Teknologi Massachusetts (MIT), dengan biaya dari Departemen Pertahanan Amerika (Departement of Defence Advanced Research Project, DARPA atau ARPA), UNIX didesain sebagai Sistem operasi yang portable, multi-tasking dan multi-user. UNIX termasuk sistem operasi yang paling awal ada untuk komputer. Ia merupakan induk dari sistem operasi linux.

2. DOS atau MS DOS ( Microsoft Disk Operating System)
DOS adalah Sistem Operasi berbasis modus teks dan baris-perintah (command-line) yang digunakan pada PC. Ia merupakan cikal bakal dari Microsoft Windows. Ciri khasnya yaitu berupa teks putih dengan latar belakang hitam.

3. Windows
Microsoft Windows atau lebih dikenal dengan sebutan Windows adalah keluarga sistem operasi komputer pribadi yang dikembangkan oleh Microsoft yang menggunakan antarmuka dengan pengguna berbasis grafik atau graphical user interface (GUI).

Windows versi pertama, Windows Graphic Environment 1.0, pertama kali diperkenalkan pada 10 November 1983, tetapi baru keluar pasar pada bulan November tahun 1985 yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan komputer dengan tampilan bergambar. Windows 1.0 merupakan perangkat lunak 16-bit tambahan (bukan merupakan sistem operasi) yang berjalan di atas MS-DOS (dan beberapa varian dari MS-DOS), sehingga ia tidak akan dapat berjalan tanpa adanya sistem operasi DOS. Versi 2.x, versi 3.x juga sama. Beberapa versi terakhir dari Windows (dimulai dari versi 4.0 dan Windows NT 3.1) merupakan sistem operasi mandiri yang tidak lagi bergantung kepada sistem operasi MS-DOS. Microsoft Windows kemudian bisa berkembang dan dapat menguasai penggunaan sistem operasi hingga mencapai 90%.

4. MAC OS (Macintosh operating System)
MAC OS atau Macintosh Operating System adalah Sistem Operasi yang dibuat oleh Apple Computer khusus untuk komputer Macintosh dan tidak kompatibel dengan komputer berbasis IBM. MAC OS merupakan Sistem Operasi pertama yang menggunakan antarmuka pengguna grafis (Graphical User Interface/GUI).
Sistem operasi macinthos dibagi menjadi 2 jenis :

1. MAC OS klasik
Tidak memiliki sembarang Command Line (Baris perintah), menggunakan User Interface (UI) sepenuhnya dan menggunakan Cooperative Multitasking.

2. MAC OS X
MAC OS X memasukkan unsur-unsur BSD Unix, One Step, dan MAC OS X memiliki memori ala-Unix dan Pre-Emptive Multitasking.
MAC OS X adalah garis komputer Sistem Operasi yang dikembangkan, dipasarkan oleh Apple Inc, MAC OS X adalah penerus dari MAC OS (Klasik). MAC OS X dibangun di atas XNU kernel, dengan fasilitas standar Unix tersedia dari antarmuka baris perintah.

Sistem operasi merupakan suatu perangkat lunak sistem yang bertanggung jawab untuk mengendalikan langsung dan mengelola perangkat keras dan pengoperasian dasar sistem, termasuk juga menjalankan bermacam aplikasi di atasnya misalnya pengolah kata atau perambah website. Secara umum, Sistem Operasi adalah software pada lapisan pertama yang ditaruh pada memori komputer pada saat komputer dinyalakan. Sedangkan software-software lainnya dijalankan setelah Sistem Operasi berjalan, dan Sistem Operasi akan melakukan layanan inti umum untuk software-software itu. Layanan inti umum tersebut seperti akses ke disk, manajemen memori, skeduling task, dan antar-muka user. Sehingga masing-masing software tidak perlu lagi melakukan tugas-tugas inti umum tersebut, karena dapat dilayani dan dilakukan oleh Sistem Operasi. Bagian kode yang melakukan tugas-tugas inti dan umum tersebut dinamakan dengan “kernel” suatu Sistem Operasi. (Mia Octiva Lusi/12.3E.24/12126775)

Sistem Informasi Keuangan

Sistem Informasi Keuangan adalah sistem informasi yang memberikan informasi kepada orang atau kelompok baik di dalam perusahaan maupun di luar perusahaan mengenai masalah keuangan. Informasi yang diberikan disajikan dalam bentuk laporan khusus, laporan periodik, hasil dari simulasi matematika, saran dari sistem pakar, dan komunikasi elektronik. Peran Sistem Informasi Dalam Bidang Keuangan saat sangat penting bagi para pelaku ekonomi, khususnya di kota-kota besar yang tidak lagi menggunakan uang tunai dalam transaksi pembayarannya, tetapi telah memanfaatkan layanan perbankan modern. Layanan perbankan modern yang hanya ada di kota-kota besar ini dapat dimaklumi karena pertumbuhan ekonomi saat ini yang masih terpusat di kota-kota besar saja, yang menyebabkan perputaran uang juga terpusat di kota-kota besar. Sehingga sektor perbankan pun agak lamban dalam ekspansinya ke daerah – daerah. Hal ini sedikit banyak disebabkan oleh kondisi infrastruktur saat ini selain aspek geografis Indonesia yang unik dan luas. Untuk menunjang keberhasilan operasional sebuah lembaga keuangan/perbankan seperti bank, sudah pasti diperlukan sistem informasi yang handal yang dapat diakses dengan mudah oleh nasabahnya, yang pada akhirnya akan bergantung pada teknologi informasi online, sebagai contoh, seorang nasabah dapat menarik uang dimanapun dia berada selama masih ada layanan ATM dari bank tersebut, atau seorang nasabah dapat mengecek saldo dan mentransfer uang tersebut ke rekening yang lain hanya dalam hitungan menit saja, semua transaksi dapat dilakukan. Pengembangan teknologi dan infrastruktur telematika di Indonesia akan sangat membantu pengembangan industri di sektor keuangan ini, seperti perluasan cakupan usaha dengan membuka cabang-cabang di daerah, serta pertukaran informasi antara sesama perusahaan asuransi, broker, industri perbankan, serta lembaga pembiayaan lainnya. Institusi perbankan dan keuangan telah dipengaruhi dengan kuat oleh pengembangan produk dalam teknologi informasi, bahkan mereka tidak dapat beroperasi lagi tanpa adanya teknologi informasi tersebut. Sektor ini memerlukan pengembangan produk dalam teknologi informasi untuk memberikan jasa – jasa mereka kepada pelanggan mereka. Selanjutnya teknologi informasi mulai digunakan dan diterapkan untuk membantu operasional dalam proses bisnis secara lebih luas berdasarkan fungsi dan tugas bagian/departemen secara kelompok (island computerized) misalkan aplikasi registrasi yang meliputi pendaftaran pasien, pemberian nomor rekam medik, dan billing sistem, Atau aplikasi keuangan dan akuntansi yang terdiri dari aplikasi piutang, hutang, inventory, cash dan bank, dan buku besar. Perusahaan sudah mau menginvestasikan dalam menyediakan perangkat keras dan lunak untuk mengelola data (LAN), menghasilkan laporan, dan menyebarkan informasi secara lebih akurat dan menyeluruh. Dari level top management proses pengolahan data menjadi informasi dan akhirnya menjadi pengetahuan (knowledge) digunakan sebagai proses untuk mengambil keputusan sehingga keputusan yang di ambil terstruktur dan terarah ( Executive Information System). Pada era ekonomi informasi seperti sekarang ini akan mengubah cara orang bekerja, baik dalam bidang jasa, bidang perdagangan, bidang kesehatan, maupun dunia pendidikan. Hal itu ditandai dengan semakin mudahnya orang mendapatkan informasi melalui pelayanan informasiyang semakin cepat disajikan. Kecepatan menyajikan informasi yang tepat dan akurat menjadi alat bantu bagi manajemen dalam membuat keputusan dan meningkatkan kinerja perusahaan. Tantangan paling berat adalah kesiapan tiap perusahaan untuk menyiapkan rencana dan strategi untuk menghadapi persaingan yang lebih global. Peran sistem informasi keuangan terpadu dalam perusahaan sangat penting untuk mengetahui informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan. Laporan keuangan bermanfaat bagi sejumlah pemakai (manajemen, kreditur, pemerintah, pemegang saham) sebagai dasar pengambilan keputusan. (Agung Sastra Dwiguna/18120530/12.14.3F)

Selasa, 14 Januari 2014

Permasalahan Terstruktur & Tidak Terstruktur

Sebelum membahas pemecahan masalah, kita harus mengetahui apa itu masalah. Masalah adalah suatu kondisi yang memiliki potensi untuk menimbulkan kerugian atau menghasilkan keuntungan yang luar biasa. Jadi sebuah masalah tidak harus berkaitan dengan sesuatu yang merugikan. Kemudian pengertian pemecahan masalah adalah tindakan memberi respon terhadap masalah untuk menekan akibat buruknya atau memanfaatkan peluang.
Masalah memiliki beberapa struktur
Masalah Terstruktur. Adalah masalah yang terdiri dari elemen-elemen dan hubungan antar elemen yang semuanya dipengaruhi oleh pemecah masalah. Pemecah masalah tersebut adalah komputer. Karena komputer dapat memecahkan masalah tanpa perlu melibatkan manajer.

Masalah Tidak Terstruktur. Adalah masalah yang berisi elemen-elemen atau hubungan antar elemen yang tidak dipahami oleh pemecah masalah. Pemecahan masalah dilakukan oleh manajer. Karena manajer harus melakukan sebagian besar tugas memecahkan masalah.

Masalah Semi Terstruktur. Adalah masalah yang berisi sebagian elemen atau hubungan yang  dimengerti oleh pemecah masalah. Pemecahan masalah dilakukan oleh manajer dan komputer, yang harus bisa bekerja sama memecahkan masalah.

Pentingnya pemecahan masalah
Satu set keputusan untuk memecahkan suatu masalah mungkin hanya membutuhkan sedikit waktu namun dapat mempengaruhi laba perusahaan hingga ribuan atau jutaan dollar. Dalam memecahkan suatu masalah harus ada yang namanya pengambilan keputusan. Keputusan adalah pemilihan strategi atau tindakan. Maka pengertian pengambilan keputusan adalah tindakan memilih strategi atau aksi yang diyakini manajer akan memberikan solusi terbaik atas masalah tersebut. Jadi kunci pemecahan masalah adalah mengidentifikasi berbagai alternatif dari keputusan.

Elemen – elemen dari pemecahan masalah
·         Masalah
·         Desired state (keadaan yang di harapkan)
·         Current state (informasi yang menggambarkan keadaan saat ini)
·         Pemecah masalah / manajer
·         Adanya solusi alternatif dalam memecahkan masalah
·         Solusi

Proses pemecahan masalah
Manajer mengidentifikasi masalah, memahaminya dan mengidentifikasi berbagai alternatif (pilihan) solusi serta mengevaluasi seluruh alternatif solusi yang ada, memilih yang terbaik dan memastikan bahwa solusi itu berjalan untuk mengatasi masalah.
Dalam proses pemecahan masalah :
Komputer kurang berperan.
Pengalaman manajer dan insting lebih berperan.
Manajer akan lebih banyak mendapat masukan dari sistem informasi non-komputer.

Pendekatan sistem :
Tahap – tahap dan langkah – langkah pendekatan sistem dalam pemecahan masalah :
Tahap I (Usaha Persiapan)
Langkah   1 : Memandang perusahaan sebagai suatu sistem.
Langkah   2 : Mengenali sistem lingkungan.
Langkah   3 : Mengidentifikasi subsistem perusahaan.
Tahap II (Usaha Definisi)
Langkah   4 : Bergerak dari tingkat sistem ke subsistem.
Langkah   5 : Menganalisis bagian sistem dalam urutan tertentu.
Tahap III (Usaha Solusi)
Langkah   6 : Mengidentifikasi alternatif (pilihan) solusi.
Langkah   7 : Mengevaluasi alternatif solusi.
Langkah   8 : Memilih solusi terbaik.
Langkah   9 : Menerapkan solusi terbaik.
Langkah 10 : Membuat tindak lanjut untuk memastikan bahwa solusi itu efektif.
(KOKO SONY MAHENDRA/12126841/12.3E.24)